Cakrawalanews.co, – Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Dinkopumdag) resmi meningkatkan intensitas pelaksanaan pasar murah sebagai langkah strategis menjaga stabilitas harga bahan pokok.
Upaya ini dilakukan khusus untuk menyambut perayaan Imlek 2026 serta persiapan memasuki awal Ramadhan 1447 Hijriah.
Kepala Dinkopumdag Kota Surabaya, Mia Santi Dewi, menegaskan bahwa penguatan pengendalian harga ini bertujuan agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau di tengah potensi kenaikan permintaan.
Rencananya, kegiatan pasar murah selama bulan Ramadhan akan digelar secara lebih masif dibandingkan bulan-bulan sebelumnya dengan menjangkau seluruh 31 kecamatan di Surabaya.
Kebijakan perluasan jangkauan ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan yang kuat antara ketersediaan pasokan pangan dan daya beli masyarakat luas.
Berdasarkan pemantauan terbaru pada 2 Februari 2026, harga mayoritas komoditas utama di berbagai pasar tradisional Surabaya terpantau masih relatif stabil meski terdapat beberapa penyesuaian harga pada komoditas tertentu.
Dalam rincian harga terkini, beras premium bertahan di angka Rp15.416 per kilogram, sementara beras medium mengalami sedikit penyesuaian menjadi Rp12.750 per kilogram.
Untuk komoditas minyak goreng, harga curah berada di level Rp19.916 per kilogram, sedangkan kemasan premium dan Minyakita masing-masing dibanderol seharga Rp18.500 per liter dan Rp16.966 per liter. Gula kristal putih juga menunjukkan tren stabil pada kisaran harga Rp16.833 per kilogram.
Pemerintah saat ini memberikan perhatian khusus pada pergerakan harga cabai yang mulai fluktuatif akibat pengaruh cuaca di musim penghujan.
Saat ini, harga cabai rawit merah menyentuh angka Rp61.166 per kilogram, diikuti cabai merah keriting seharga Rp30.166 per kilogram dan cabai merah Rp26.500 per kilogram.
Menanggapi kondisi tersebut, Mia memastikan bahwa pihaknya terus menjalin koordinasi intensif dengan para petani dan gabungan kelompok tani (gapoktan) di daerah penghasil guna menjamin distribusi pasokan ke Surabaya tetap berjalan lancar dan aman ( wa/ar)



