Cakrawalanews.co-Pemerintah Kota Surabaya bergerak cepat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi fisik seluruh bangunan sekolah di wilayahnya.
Langkah ini diambil sebagai respons atas insiden runtuhnya plafon di kelas VII E SMP Negeri 60 Surabaya yang terjadi pada Rabu pagi. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa evaluasi ini sangat krusial untuk memastikan keamanan siswa dan mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa mendatang.
Terkait wewenang pengerjaan fisik, Eri menjelaskan adanya perubahan nomenklatur Organisasi Perangkat Daerah yang kini menempatkan urusan sarana dan prasarana sekolah langsung di bawah Dinas Pendidikan, bukan lagi di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP).
Meski demikian, karena Dinas Pendidikan bukan merupakan instansi teknis, Eri telah menginstruksikan tenaga ahli dari Dinas Cipta Karya untuk turun tangan membantu melalui pembentukan satuan tugas khusus yang kini berada di bawah naungan Dinas Pendidikan.
Guna memperkuat manajemen fasilitas pendidikan, Pemkot Surabaya juga telah menunjuk Kepala Bidang Sarana dan Prasarana baru yang memiliki latar belakang keahlian teknik.
Penyesuaian struktur ini diharapkan dapat meningkatkan pengawasan terhadap kualitas bangunan, mengingat pengelolaan infrastruktur sekolah memerlukan pemahaman teknis yang mendalam agar tidak membebani tenaga pendidik dengan urusan pemeliharaan fisik bangunan.
Sementara itu, proses kegiatan belajar mengajar di SMPN 60 tetap berjalan dengan penyesuaian sementara. Para siswa dari kelas yang terdampak untuk sementara digabungkan dengan kelas lain yang sejajar atau menempati ruang laboratorium dan perpustakaan agar pembelajaran tidak terganggu.
Pemerintah kota berkomitmen untuk mempercepat proses perbaikan plafon berbahan gipsum yang diduga rapuh akibat tekanan angin kencang tersebut. Beruntung, meski insiden terjadi saat jam pelajaran berlangsung, tidak ada korban luka karena evakuasi dilakukan dengan sigap.( wa/ar)












