Cakrawalanews.co-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, secara tegas meminta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) setempat untuk segera mengatasi kendala operasional sembilan unit sumur bor yang hingga kini belum bisa digunakan akibat ketiadaan aliran listrik.
Ketua Komisi II DPRD Situbondo, Jainur Ridho, mengungkapkan bahwa dari total 17 titik proyek sumur bor yang dianggarkan pada tahun 2025, baru delapan titik yang telah beroperasi secara maksimal.
Ia menekankan bahwa fasilitas tersebut seharusnya sudah dapat dimanfaatkan oleh para petani sejak Desember 2025, mengingat musim tanam telah dimulai, sehingga Dispertangan dituntut untuk bergerak cepat mencari solusi konkret dalam rapat dengar pendapat yang digelar di ruang Komisi II DPRD Situbondo pada hari Senin.
Menanggapi desakan tersebut, Sekretaris Dispertangan Kabupaten Situbondo, Ratna Koba Susanti, menjelaskan bahwa infrastruktur fisik sumur bor sebenarnya sudah siap digunakan untuk mengaliri area persawahan produktif, namun kendala teknis sepenuhnya terletak pada belum masuknya jaringan listrik dari pihak PLN.
Meskipun pihaknya telah melakukan koordinasi awal, sejauh ini belum ada respons yang memadai terkait jadwal penyambungan arus.
Sebagai langkah tindak lanjut, Dispertangan berkomitmen untuk segera melakukan konfirmasi ulang kepada pihak PLN guna mendapatkan kepastian waktu pemasangan aliran listrik di sembilan lokasi tersebut.( wa/ar)














