Cakrawala NasionalCakrawala NewsHeadlineNasioanal

Menteri KKP Konfirmasi Tiga Pegawai Menjadi Penumpang Pesawat IAT yang Hilang di Maros

×

Menteri KKP Konfirmasi Tiga Pegawai Menjadi Penumpang Pesawat IAT yang Hilang di Maros

Sebarkan artikel ini
Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono
Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono

Cakrawalanews.co- Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, mengonfirmasi bahwa tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berada di dalam pesawat ATR 42-500 milik PT Indonesia Air Transport (IAT) yang hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Ketiga pegawai tersebut adalah Ferry Irawan yang menjabat sebagai Analis Kapal Pengawas, Deden Mulyana selaku Pengelola Barang Milik Negara, dan Yoga Naufal yang bertugas sebagai Operator Foto Udara. Dalam konferensi pers di Jakarta pada Sabtu malam, Menteri Trenggono menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam dan berharap agar seluruh penumpang serta kru pesawat dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.

Ketiga personel KKP tersebut sedang menjalankan misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara atau air surveillance di wilayah perairan Indonesia.

Kegiatan ini merupakan agenda rutin KKP yang bekerja sama dengan PT IAT untuk memantau wilayah perbatasan guna mencegah pelanggaran di laut. Hingga saat ini, status pesawat dengan registrasi PK-THT tersebut masih dalam tahap pencarian oleh Tim SAR Gabungan. Menteri Trenggono menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Basarnas, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), dan Kementerian Perhubungan untuk memantau perkembangan situasi di lapangan.

Direktur Utama PT IAT, Tri Adi Wibowo, menjelaskan bahwa pesawat tersebut membawa total sepuluh orang, yang terdiri dari tujuh awak pesawat dan tiga penumpang dari KKP.

Salah satu kru yang bertugas adalah Capt. Andy Dahananto yang menjabat sebagai Direktur Operasi PT IAT. Pesawat buatan tahun 2000 ini dilaporkan hilang kontak saat menempuh rute penerbangan dari Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta, menuju Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Saat ini, tim teknis dari PT IAT telah diberangkatkan ke Makassar untuk membantu proses evakuasi dan pencarian.

Berdasarkan laporan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, fokus pencarian saat ini diarahkan ke kawasan pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-Leang, Kabupaten Maros, yang kini menjadi lokasi Posko Basarnas. Selain penyisiran darat, pencarian juga melibatkan helikopter TNI Angkatan Udara untuk mempercepat penyisiran dari udara. Sementara itu, AirNav Indonesia tengah menyiapkan penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) guna mendukung kelancaran operasi penyelamatan di wilayah terdampak.( wa/ar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *