Surabaya, CakrawalaNews.co – Surabaya kembali mencatatkan prestasi nasional. Berdasarkan Keputusan Menteri PANRB Nomor 3 Tahun 2026 tentang Hasil Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2025, Pemerintah Kota Surabaya menempati peringkat pertama kategori kota dengan indeks 4,84 dan predikat A.
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni, menilai capaian tersebut sebagai legitimasi atas arah kebijakan pelayanan publik yang selama ini dijalankan Pemkot.
Namun, ia mengingatkan bahwa prestasi tersebut juga membawa konsekuensi politik berupa tanggung jawab untuk menjaga konsistensi dan akuntabilitas kebijakan di lapangan.
“Peringkat pertama ini bukan hanya kebanggaan eksekutif, tapi juga menjadi tolok ukur politik kinerja pemerintah kota. DPRD berkepentingan memastikan capaian ini tidak bersifat seremonial, melainkan benar-benar dirasakan warga,” kata Arif Fathoni, Rabu (14/01/2026).
Menurutnya, DPRD akan menjadikan hasil evaluasi nasional ini sebagai instrumen pengawasan dalam pembahasan anggaran, evaluasi program, hingga pengambilan keputusan strategis ke depan.
Ia menegaskan, capaian indeks tinggi harus berbanding lurus dengan kualitas layanan publik yang merata, terutama di tingkat kelurahan dan kecamatan.
Arif juga menekankan pentingnya kesinambungan kebijakan pelayanan publik lintas periode pemerintahan. Ia mengingatkan agar program-program yang dinilai baik oleh pemerintah pusat tidak justru melemah akibat perubahan prioritas politik atau tekanan kepentingan jangka pendek.
“Penghargaan ini harus dikawal secara politik agar tidak turun kualitasnya. DPRD akan tegas jika menemukan praktik pelayanan yang diskriminatif, lamban, atau tidak transparan,” ujarnya.
Ia menambahkan, capaian Surabaya seharusnya menjadi dasar untuk memperkuat reformasi birokrasi, termasuk digitalisasi layanan dan penguatan mekanisme pengaduan publik yang responsif.
“Justru karena peringkatnya sudah tertinggi, ekspektasi publik akan semakin besar,” pungkasnya.
Sebagai informasi, penilaian Kementerian PANRB mencakup aspek kebijakan pelayanan, profesionalisme SDM, sarana prasarana, hingga pengelolaan pengaduan masyarakat. Surabaya unggul dibanding kota-kota besar lain seperti Surakarta dan Denpasar dalam evaluasi tersebut.(ADV)














