Scrol ke Bawah
Example 120x600
Example 120x600
Cakrawala JatimCakrawala NewsHeadline

Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas Sejauh 5 Kilometer, Masyarakat Diminta Tingkatkan Kesiagaan

×

Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas Sejauh 5 Kilometer, Masyarakat Diminta Tingkatkan Kesiagaan

Sebarkan artikel ini
gunung-semeru-luncurkan-awan-panas-guguran-5-km-status-siaga-level-iii-ditetapkan
gunung-semeru-luncurkan-awan-panas-guguran-5-km-status-siaga-level-iii-ditetapkan

Cakrawalanews.co-Gunung Semeru Luncurkan Awan Gunung Semeru yang menjulang setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada Rabu siang. Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut dilaporkan meluncurkan awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai 5 kilometer dari puncak. Fenomena ini tercatat di Pos Pengamatan Gunung Semeru melalui satu kali gempa awan panas dengan amplitudo 20 milimeter yang berlangsung selama kurang lebih 3.000 detik.

​Petugas Pos Pengamatan, Mukdas Sofian, menjelaskan bahwa dalam periode pengamatan pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, terekam pula 33 kali gempa letusan atau erupsi dengan durasi antara 62 hingga 130 detik. Selain itu, aktivitas kegempaan lainnya mencakup satu kali gempa embusan serta dua kali gempa tektonik jauh.

Sponsor

Mengingat status gunung yang masih berada pada Level III atau Siaga, masyarakat diminta untuk benar-benar mematuhi rekomendasi keamanan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Menarik Dibaca:  Polres Tegal dan Universitas Bhamada Slawi Susun Draft Kerja Sama Pencegahan Permasalahan Hukum di Lingkungan Kampus

​Berdasarkan rekomendasi tersebut, masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi. Di luar jarak itu, warga juga diimbau menjauh dari sempadan sungai pada jarak 500 meter di sepanjang Besuk Kobokan karena adanya potensi perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat mencapai jarak 17 kilometer dari puncak. Selain itu, radius 5 kilometer dari kawah harus dikosongkan untuk menghindari risiko lontaran batu pijar.

​Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, mengonfirmasi bahwa awan panas guguran tersebut mulai terjadi pada pukul 11.25 WIB dan getarannya dinyatakan berhenti pada pukul 12.15 WIB.

Menarik Dibaca:  Sinergi Kemenpar dan Kemenkop Percepat Pembentukan Koperasi Desa Wisata

Meski situasi telah melandai, BPBD tetap mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan, serta lembah sungai lainnya seperti Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Saat ini, BPBD Lumajang terus bersiaga dan memantau perkembangan aktivitas gunung melalui koordinasi rutin dengan petugas pengamatan di Desa Sumberwuluh.( ar/al)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 300x600