Cakrawala DaerahCakrawala JatimCakrawala NewsHeadline

Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru Masih Tinggi, Status Siaga Tetap Dipertahankan

×

Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru Masih Tinggi, Status Siaga Tetap Dipertahankan

Sebarkan artikel ini
Aktivitas Gunung Semeru
Aktivitas Gunung Semeru

Cakrawalanews.co – Badan Geologi melaporkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, hingga saat ini masih tergolong tinggi.

Kondisi ini membuat status gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut tetap bertahan pada Level III atau Siaga.

​Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa tingginya aktivitas ini ditandai dengan kejadian awan panas guguran yang terus berulang.

Berdasarkan pengamatan visual dan instrumental pada Rabu (14/1), tercatat dua kali luncuran awan panas sejauh 5.000 meter dari puncak menuju sektor tenggara, tepatnya ke arah Besuk Kobokan.

Fenomena serupa juga terpantau sepanjang periode 7 hingga 14 Januari 2026 yang disertai dengan aktivitas guguran material secara konsisten.

​Dari sisi kegempaan, Gunung Semeru saat ini didominasi oleh gempa letusan, guguran, embusan, serta tremor harmonik.

Rentetan gempa tersebut mengindikasikan bahwa pasokan magma dari bawah permukaan masih berlangsung, bersamaan dengan pelepasan material melalui letusan di permukaan.

Meskipun pemantauan deformasi menunjukkan pola yang relatif stabil dan sistem vulkanik sedang berada dalam fase relaksasi, para ahli menilai sistem tersebut tetap rentan terhadap peningkatan tekanan sewaktu-waktu.

​Menyikapi kondisi tersebut, Badan Geologi mengeluarkan rekomendasi ketat bagi masyarakat, pengunjung, maupun pendaki.

Seluruh pihak dilarang melakukan aktivitas apa pun dalam radius lima kilometer dari Kawah Jonggring Seloko. Selain itu, masyarakat diminta menjauhi sektor tenggara di sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak, yang cakupannya dapat meluas hingga 17 kilometer.

​Kewaspadaan ekstra juga sangat diperlukan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak, meliputi Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai di wilayah Besuk Kobokan.

Berdasarkan data terbaru dari Pos Pengamatan Gunung Semeru pada Kamis siang, aktivitas erupsi masih mendominasi dengan catatan 35 kali gempa letusan dalam kurun waktu enam jam.( wa/an)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *