Risma lantas mencontohkan, seperti pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang saat ini sudah terintegrasi secara elektronik, tiap menit dirinya bisa mengetahui berapa ton sampah yang dikirim dari setiap masing-masing Tempat Pembuangan Sementara (TPS).
“Truk yang ngangkut platnya berapa, nama sopirnya siapa dan berapa ton sampah yang diangkut, saya bisa mengetahui semua. Karena sudah berbasis elektronik,” jelasnya.
Sementara pada bidang pendidikan, Wali Kota Risma menyampaikan bahwa Pemkot telah berhasil memberikan pendidikan gratis bagi pelajar tingkat SD dan SMP, merenovasi gedung-gedung sekolah menjadi vertikal sehingga menyisakan banyak ruang untuk membangun fasilitas pendidikan lain agar para siswa dapat menyalurkan bakatnya melalui hal yang positif seperti olahraga dan seni.
Berbicara mengenai ekonomi, Wali Kota Risma menuturkan Pemkot Surabaya juga giat dalam mendukung pemberdayaan perempuan sebagai roda penggerak ekonomi. Hal ini dilakukan oleh Wali Kota Risma dengan cara turun langsung memberikan pendidikan entrepreneurship kepada ibu-ibu warga Surabaya melalui berbagai program seperti pahlawan ekonomi.
Sehingga, sekarang banyak diantara mereka yang memiliki usaha mandiri dengan omset mencapai puluhan juta per bulan.
“Seperti di kawasan eks lokalisasi Dolly, disana mereka kita latih untuk berwirausaha, dan saat ini ibu-ibu disana bisa membantu perekonomian keluarga mereka,” papar wali kota kelahiran Kediri tersebut.












