Justru, untuk menjaga koalisi tetap kuat, “duri dalam daging” berupa fitnah antar-elemen pendukung harus dicabut. Bagaimana mungkin kerja sama politik bisa berjalan tulus jika salah satu ikon pendukung koalisi (SBY) terus-menerus digerogoti oleh pendukung mitra koalisi lainnya dengan tuduhan keji?.
Membersihkan nama baik SBY adalah cara Demokrat menjaga marwah koalisi agar tetap bermartabat. “Kita sedang menghadapi tantangan kebangsaan yang berat di 2026. Energi bangsa seharusnya fokus pada pengawalan kebijakan ekonomi dan kesejahteraan, bukan terkuras meladeni halusinasi politik para Buzer,”katanya.
Langkah Partai Demokrat melawan fitnah ini adalah peringatan keras: berhentilah memproduksi hoaks dan mulailah berpolitik dengan gagasan. Bagi publik, ini adalah pelajaran bahwa integritas nama baik harus diperjuangkan, dan hukum adalah panglima tertingginya. (Caa)














