Cakrawalanews.co- DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya secara resmi menyatakan penolakan keras terhadap wacana pengembalian sistem Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ke tangan DPRD.
Pernyataan sikap ini ditegaskan dalam momentum peringatan HUT ke-53 partai yang digelar serentak di 31 kecamatan di Surabaya.
PDI Perjuangan memandang bahwa kedaulatan harus tetap berada di tangan rakyat, bukan di meja elite, sehingga sistem pemilihan langsung dianggap sebagai harga mati dalam menjaga marwah demokrasi di Indonesia.
Wakil Sekretaris DPC PDIP Surabaya, Purwadi, menjelaskan bahwa sebagai partai yang lahir dari semangat demokrasi, PDIP merasa wajib melindungi hak partisipasi masyarakat secara luas.
Menurutnya, mengalihkan mandat suara rakyat kepada anggota legislatif merupakan langkah mundur yang mencederai prinsip kedaulatan bangsa.
Perayaan HUT kali ini pun menjadi ajang refleksi ideologis bagi seluruh kader, yang juga diisi dengan agenda nonton bareng pidato politik Ketua Umum Megawati Soekarnoputri untuk memperkuat basis pemikiran kader di tingkat akar rumput.
Selain meneguhkan sikap politik terkait sistem pemilu, momentum ini dimanfaatkan untuk memanaskan mesin partai menyongsong kontestasi masa depan.
Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya, Armuji, secara terbuka mematok target ambisius dengan membidik minimal 15 kursi DPRD Kota Surabaya pada Pemilu 2029 mendatang.
Target tersebut dinilai realistis asalkan seluruh elemen partai bergerak secara terstruktur dan masif untuk memenangkan hati masyarakat melalui kerja-kerja politik yang nyata.
Sebagai langkah konkret, Armuji yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Surabaya menginstruksikan seluruh pengurus hingga tingkat ranting untuk segera melakukan konsolidasi total.
Para kader diwajibkan untuk lebih aktif turun ke bawah guna menyerap aspirasi dan membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi warga.
Dengan hadirnya kader di tengah kesulitan masyarakat, PDIP optimis dapat memperkuat basis massa dan memastikan program-program kerakyatan partai dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Surabaya. ( wa/embi)














