Cakrawalanews.co-Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terus memperkuat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah kepulauan melalui strategi pentaheliks.
Model kolaborasi ini mengintegrasikan peran lima elemen kunci, yaitu pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas masyarakat, dan media untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menjelaskan bahwa keterlibatan lintas sektor ini bertujuan untuk menangani masalah sosial dan tantangan pembangunan secara komprehensif.
Melalui sinergi ini, arah pembangunan menjadi lebih terukur karena setiap elemen memiliki peran spesifik dan rasa tanggung jawab terhadap keberhasilan program yang dijalankan.
Salah satu bukti nyata keberhasilan strategi ini adalah pengembangan jaringan listrik tenaga surya di wilayah kepulauan.
Dalam proyek tersebut, Pemkab Sumenep menggandeng PLN serta perusahaan migas Kangean Energy Indonesia (KEI) dengan melibatkan warga lokal sebagai tenaga kerja dan pengelola operasional. Hasilnya, penyediaan energi menjadi lebih efektif karena adanya rasa memiliki dari masyarakat setempat.
Selain infrastruktur energi, pola pentaheliks juga diterapkan pada sektor kesehatan.
Pemkab Sumenep bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Universitas Airlangga melalui Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga untuk memberikan edukasi serta layanan medis langsung kepada warga pulau.
Lebih lanjut, Bupati Fauzi mengungkapkan bahwa pola kolaborasi ini menjadi solusi cerdas dalam menyiasati keterbatasan anggaran daerah.
Dengan melibatkan pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), beban pembiayaan pembangunan dapat dipikul bersama. Pendekatan multi-pihak ini diharapkan mampu menjawab tantangan geografis yang kompleks di Sumenep sekaligus mendorong terciptanya pembangunan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. (Wa/ar)













