Tidak menyerah begitu saja, Wali Kota sarat akan prestasi itu menjelaskan bahwa ada perbedaan dari sisi budaya, regulasi, lalu melihat kampung secara langsung serta bagaimana penanganan masalah perekonomian dan remaja.
“Setelah saya jelaskan dan diajak melihat kampung Jambangan, Gundih dan kampung produktif daerah Kebraon, di situ mereka baru tertarik,” urainya.
Atas pencapaian ini, wali kota Risma menegaskan bahwa prestasi semacam ini harus dipertahankan karena ini adalah kekayaan yang dimiliki Surabaya. Selain itu, dirinya juga akan berusaha untuk menjadikan Surabaya sebagai Kota Metropolitan yang tidak melupakan sejarah.
Adapun penghargaan yang digelar setiap dua tahun sekali ini diberikan oleh Urban Redevelopment Authority (URA) di Singapura dan Centre for Liveable Cities (CLC). Selain Surabaya, ada kota besar lain yang mendapat penghargaan ini antara lain, Hamburg di Jerman, Kazan di Rusia, dan Tokyo di Jepang.(nafan hadi)



