Cakrawalanews.co-Implementasi aplikasi Klampid New Generation (KNG) oleh Pemerintah Kota Surabaya terbukti membawa dampak signifikan terhadap efisiensi pelayanan publik.
Berdasarkan data terbaru, pemanfaatan layanan administrasi kependudukan (adminduk) secara daring ini berhasil memangkas jumlah pemohon yang datang langsung ke Mal Pelayanan Publik (MPP) Siola secara drastis dibandingkan periode sebelumnya.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya, Eddy Christijanto, menjelaskan bahwa sebelum optimalisasi layanan online, MPP Siola bisa melayani hingga 3.000 pemohon per hari.
Namun, saat ini jumlah kunjungan harian menurun menjadi maksimal 400 orang. Penurunan ini menjadi indikator keberhasilan migrasi layanan ke sistem digital yang memudahkan masyarakat tanpa harus mengantre di pusat kota.
Meskipun MPP Siola menyediakan puluhan jenis layanan dari berbagai instansi seperti perpajakan hingga kepolisian, adminduk tetap menjadi layanan yang paling banyak diakses warga.
Eddy menegaskan bahwa berkurangnya kepadatan di Siola merupakan hasil dari dorongan pemerintah agar warga lebih mandiri menggunakan aplikasi KNG atau memanfaatkan layanan di tingkat kelurahan. Saat ini, mayoritas urusan seperti cetak KTP, perubahan biodata, hingga pengurusan akta kelahiran dan kematian sudah dapat diselesaikan tanpa perlu ke MPP.
Ke depannya, fungsi pelayanan adminduk di MPP Siola akan lebih difokuskan sebagai pusat konsultasi dan penanganan kasus-kasus khusus yang tidak dapat diselesaikan di tingkat kelurahan. Beberapa contoh layanan yang masih membutuhkan kehadiran fisik di Siola antara lain pengurusan dokumen bagi Warga Negara Asing (WNA) serta sinkronisasi data akibat perbedaan nama pada dokumen kependudukan.
Selain itu, prosedur tertentu yang menyangkut keabsahan identitas seperti penggantian foto atau tanda tangan KTP tetap mewajibkan pemohon hadir secara langsung demi mencegah penyalahgunaan data.
Untuk mendukung hal tersebut, Dispendukcapil Surabaya telah menyediakan tiga loket khusus konsultasi di MPP Siola. Melalui sistem ini, diharapkan pelayanan adminduk di Surabaya menjadi lebih terintegrasi, cepat, dan tepat sasaran.( wa/ar)



