Berdasarkan hasil survei yang dilakukan, total jumlah tamu dari seluruh Indonesia yang telah belajar ke Pemkot Surabaya terhitung mulai tanggal 4 Januari hingga 3 Desember 2017 sebanyak 19.581. “Jawa sebesar 39,7%, Sumatera 20,5%, Sulawesi 15,4%, Kalimantan 9,6%, NTT 2,6% dan Bali 2,6%. Sisanya dari Papua, Kepulauan Riau dan Maluku,” tandas pria yang juga dosen fakultas Vokasi ITS tersebut.
Adapun prediksi yang dilakukan Brodjol bersama tim terkait jumlah uang yang dikeluarkan selama melakukan kunjungan kerja di Surabaya serta dampak perputaran perekonomian di Surabaya. Dari 252 responden, total pengeluaran tamu diperkirakan Rp 363.753.500, jika dihitung per orang, rata-rata pengeluaran tamu selama di Surabaya sebesar Rp. 1.443.446.
Kemudian estimasi pajak dan retribusi sebesar 10% dan estimasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari kunjungan tamu 10% atau sebesar Rp. 745.261.495,-. “Jika investasi atau pendanaan pembangunan 70% atau Rp 521.935.047, maka ada kenaikan terhadap PAD sebesar 1,429,” urainya.(nafan hadi)












