Menurut Brodjol rata-rata tamu undangan dari kabupaten atau kota yang melakukan kunjungan kerja ke Pemkot Surabaya menyatakan puas dengan pelayanan yang telah disediakan.
“Tingkat kepuasaan di mall mencapai 32,74%, kondisi kerajinan khas surabaya (UKM) sebesar 77,93%, kondisi hotel sebesar 69,60% dan keramahan pemkot saat menyambut tamu sebesar 56,61%,” terang Brodjol.
Selain itu, kunjungan tamu dinas ke Pemkot Surabaya yang paling banyak berasal dari DPRD sebesar 21%, Diskominfo 12% dan instansi pemerintahan sebesar 18%. Sedangkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Surabaya yang paling banyak dikunjungi oleh para tamu adalah Diskominfo sebanyak 1.241 orang dan Dinas Kesehatan sebanyak 655 orang. “Pada umumnya, para tamu lebih condong ke layanan publik dan teknologi informasi,” ungkap pria berkacamata ini.
Sementara itu, kegiatan non-dinas yang paling banyak dikunjungi diantaranya, Wisata kota tua sebanyak 40,08%, kuliner paling banyak disukai Rawon sebesar 40,08%, gerai batik mirota sebanyak 38% dan taman bungkul sebesar 51%. “Khusus Batik Mirota masih harus diperjelas, apakah produsennya dari surabaya atau tidak? Kalau dari surabaya tidak masalah, tetapi kalau bukan dari Surabaya perlu dibicarakan ulang,” tegasnya.












