Cakrawalanews.co-Kota Surabaya bergerak cepat menangani genangan air yang muncul setelah hujan deras mengguyur kota sejak Minggu sore, 4 Januari 2026. Sejumlah titik rawan banjir kini menjadi prioritas utama untuk ditangani secara bertahap sepanjang tahun 2026.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa banjir di kawasan Simo, khususnya Simo Kalangan dan Simo Hilir, merupakan persoalan menahun yang membutuhkan solusi menyeluruh karena wilayah tersebut sudah lama belum tersentuh penanganan komprehensif.
Sebagai langkah darurat saat ini, Pemkot telah mengerahkan kendaraan pompa dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta armada Dinas Lingkungan Hidup untuk menyedot genangan di lokasi terdampak.
Terkait genangan di Jalan Mayjen Sungkono, Wali Kota Eri mengungkapkan bahwa kondisi tersebut terjadi akibat penutupan pintu air secara sengaja untuk melindungi permukiman di wilayah Pakis dari risiko tenggelam.
Dampaknya, air dialihkan sementara ke badan jalan di satu sisi, namun genangan tersebut dilaporkan cepat surut setelah hujan reda. Selain itu, curah hujan ekstrem yang dipicu fenomena siklon tropis juga menyebabkan ambrolnya saluran lama dan plengsengan di kawasan Pakis.
Sebagai antisipasi jangka panjang, Pemkot Surabaya berencana membangun rumah pompa baru pada tahun 2026 yang akan mengalirkan air menuju arah Gunungsari dan Ronggolawe.
Fokus penanganan banjir tahun 2026 akan mencakup wilayah Simo Kalangan, Simo Hilir, Simo Rejo, hingga Tanjungsari. Di kawasan Simo, strategi yang digunakan adalah mengatur ulang aliran air dari hulu, mengingat wilayah tersebut selama ini menerima limpasan air dari kawasan yang lebih tinggi.
Pemkot juga akan menata kembali area bozem di Simo Hilir dengan menertibkan bangunan tanpa izin, serta melakukan pelebaran sungai di Tanjungsari yang saat ini mengalami penyempitan. Wali Kota menegaskan bahwa fungsi sungai akan dikembalikan sebagaimana mestinya demi melancarkan debit air.
Meskipun sekitar 100 dari 350 titik rawan banjir telah berhasil diselesaikan sejak 2021, masih ada 250 titik lain yang menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkot Surabaya.
Dalam upaya ini, Pemkot turut menggandeng Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kementerian PUPR, terutama untuk perbaikan saluran di Jalan Jemursari dan jalur menuju Gresik.
Selain faktor infrastruktur, Wali Kota Eri menyoroti pentingnya ketertiban pembangunan drainase oleh masyarakat.
Ke depan, setiap izin bangunan baru wajib dilengkapi saluran drainase yang sesuai dengan fungsinya agar persoalan banjir tidak terus berulang di masa mendatang. ( wa/had)












