Cakrawalanews.co – Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir, menginstruksikan seluruh pemerintah daerah (pemda) untuk meningkatkan kewaspadaan dan pemantauan terhadap dampak cuaca ekstrem di wilayah masing-masing.
”Beberapa hari terakhir, curah hujan di berbagai wilayah Indonesia sangat tinggi. Kami meminta daerah terus memonitor prakiraan cuaca, terutama potensi cuaca ekstrem,” ujar Tomsi dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Senin.
Belajar dari Pengalaman Bencana
Tomsi menekankan agar pemda berkaca pada musibah banjir yang terjadi di wilayah Sumatra. Menurutnya, curah hujan tinggi tidak hanya memicu luapan sungai, tetapi juga membawa material lumpur yang berpotensi merusak infrastruktur vital.
Ia mendorong kepala daerah untuk segera berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna memastikan kesiapan personel dan peralatan pendukung dalam menghadapi potensi bencana.
Dampak Terhadap Inflasi dan Stok Pangan
Selain faktor keselamatan, Tomsi mengingatkan bahwa cuaca buruk secara langsung berdampak pada sektor pertanian. Curah hujan yang berlebihan dapat mengganggu hasil panen, yang kemudian memicu kelangkaan pasokan dan kenaikan harga di pasar.
”Pemerintah daerah harus memahami dinamika harga komoditas pangan di wilayahnya. Kenaikan harga sekecil apa pun akan sangat membebani ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Persiapan Jelang Hari Besar Keagamaan
Komitmen pemda dalam menjaga stabilitas harga menjadi krusial mengingat Indonesia akan memasuki periode hari besar keagamaan, mulai dari Natal dan Tahun Baru, hingga Ramadhan dan Idul Fitri.
Dalam rapat tersebut, Tomsi juga berdialog langsung dengan sejumlah perwakilan daerah yang melaporkan kenaikan harga pangan. Dialog ini bertujuan untuk membedah akar masalah serta merumuskan solusi konkret agar inflasi tetap terkendali di tengah tantangan cuaca. ( wa/ar)












