Cakrawala JatimCakrawala NewsNasioanal

Banjir Lahar Dingin Semeru Berlangsung Selama Tiga Jam

×

Banjir Lahar Dingin Semeru Berlangsung Selama Tiga Jam

Sebarkan artikel ini
Banjir lahar semeru.jpg
Banjir lahar semeru.jpg

Cakrawalanews.co-​Puncak Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali diguyur hujan deras pada Minggu sore, yang mengakibatkan terjadinya banjir lahar hujan di sepanjang daerah aliran sungai.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, melaporkan bahwa getaran banjir tersebut terekam cukup lama, yakni mencapai 12.000 detik atau lebih dari tiga jam dengan amplitudo 45 mm.

Selain aktivitas lahar, dalam periode pengamatan yang sama, gunung api tertinggi di Pulau Jawa ini juga mengalami puluhan kali gempa letusan, gempa guguran, serta gempa harmonik, meskipun secara visual puncak gunung sering kali tertutup kabut.

​Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, mengonfirmasi bahwa meski debit air meningkat cukup deras, aliran lahar masih berada dalam jalur sungai dan belum mengancam permukiman warga.

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan infrastruktur maupun korban jiwa akibat fenomena tersebut. Sebagai langkah antisipasi, pihak berwenang telah menginstruksikan para penambang pasir di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Semeru untuk segera menghentikan aktivitas dan menjauh dari lokasi demi keselamatan.

​Saat ini Gunung Semeru masih bertahan pada status Siaga atau Level III. Oleh karena itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan rekomendasi ketat bagi masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak. Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai karena adanya risiko perluasan awan panas dan aliran lahar yang bisa mencapai jarak 17 kilometer.

​Selain ancaman lahar hujan, warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi lontaran batu pijar dalam radius lima kilometer dari kawah. Kewaspadaan ekstra perlu ditingkatkan terutama di sepanjang aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Pemerintah daerah terus memantau perkembangan situasi dan meminta masyarakat untuk tetap tenang namun selalu mematuhi arahan dari petugas di lapangan guna meminimalkan risiko bencana ( wa/at)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *