Cakrawalanews.co – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memastikan bahwa ketersediaan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG di Provinsi Aceh tetap terjaga dalam kondisi aman.
Meskipun bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah sempat menghambat akses penyaluran, tim terpadu terus bekerja ekstra untuk mengatasi kendala distribusi tersebut agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi AS, dalam konferensi pers di Pusat Informasi dan Media Center Kemkomdigi RI di Banda Aceh pada Kamis (18/12/2025), menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan mulai dari Pemerintah Provinsi Aceh, BNPB, BPBD, hingga TNI-Polri dan para relawan. Ia menekankan bahwa keselamatan petugas dan masyarakat menjadi prioritas utama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang melanda 16 kabupaten dan kota di Aceh.
Fahrougi menjelaskan bahwa tantangan utama yang dihadapi saat ini bukanlah pada ketersediaan stok energi, melainkan terputusnya jalur distribusi akibat kerusakan jalan dan jembatan. Dampaknya dirasakan oleh sekitar 15 unit SPBU atau 10 persen dari total sarana yang ada di Aceh, serta 13 agen LPG yang mengalami gangguan operasional. Namun, ia memastikan seluruh Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) tetap beroperasi penuh untuk menyangga pasokan harian.
Guna menyiasati terputusnya jalur darat, Pertamina melakukan berbagai langkah strategis melalui jalur udara dan laut. Sejak 13 Desember 2025, penyaluran BBM ke wilayah terisolir seperti Bener Meriah dan Aceh Tengah dioptimalkan menggunakan pesawat Air Tractor dengan total muatan mencapai 22.000 liter. Sementara itu, untuk wilayah Banda Aceh dan sekitarnya, Pertamina mengalihkan suplai LPG melalui jalur laut menggunakan kapal Ro-Ro yang mengangkut 25 unit skid tank guna menggantikan jalur darat Lhokseumawe-Banda Aceh yang sempat terputus.
Selain upaya teknis distribusi, Pertamina juga telah menyalurkan lebih dari 20.000 tabung LPG 3 kilogram melalui operasi pasar di Banda Aceh dan Aceh Besar selama periode Desember untuk menjaga stabilitas harga di masyarakat.
Saat ini, proses normalisasi distribusi darat mulai menunjukkan kemajuan signifikan seiring dibukanya kembali Jembatan Teupin Mane di Bireuen, sehingga mobil tangki kembali dapat melintas menuju wilayah pegunungan dengan pengawalan dari aparat keamanan.
Melalui aksi kemanusiaan Pertamina Peduli, bantuan juga terus disalurkan bagi masyarakat terdampak sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan.
Fahrougi mengakhiri keterangannya dengan mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan, karena pasokan energi akan terus diperkuat secara bertahap seiring membaiknya akses infrastruktur di lapangan ( infp)












