Jakarta, cakrawalanews.co- Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menekankan pentingnya kekompakan dan kerja sama antara pemerintah daerah (Pemda) Aceh dan seluruh jajaran dalam menghadapi situasi bencana, khususnya pasca-bencana di Kabupaten Pidie Jaya.
Permintaan ini disampaikan Menko Djamari saat melakukan kunjungan langsung ke lokasi bencana di Pidie Jaya, Provinsi Aceh, pada Minggu (14/12).
”Ini bukan hanya beban Pak Bupati dan pemerintahan di sini, ini beban kita semua. Pesan saya, Forkopimda harus kompak, harus bekerja sama,” kata Menko Djamari dalam siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, Senin (15/12).
Menurut Djamari, semua elemen pemerintah, mulai dari pusat hingga daerah, harus bahu membahu untuk mempercepat proses pemulihan pasca-bencana. Kekompakan ini, lanjutnya, tidak hanya dibutuhkan untuk pemulihan infrastruktur, tetapi juga dalam upaya menolong para korban, mulai dari pemenuhan kebutuhan sehari-hari hingga penyediaan layanan medis.
Dengan adanya satu semangat yang sama, Djamari menyatakan keyakinannya bahwa proses pemulihan pasca-bencana akan dapat dilakukan secara maksimal.
Selama kunjungannya, Menko Djamari meninjau beberapa lokasi di Pidie Jaya, termasuk pos komando tanggap darurat, posko pengungsian, dan lokasi pembangunan jembatan gantung.
Di Pos Komando Tanggap Darurat Gedung MTQ Kabupaten Pidie Jaya, Djamari memimpin rapat koordinasi (Rakor). Dalam Rakor tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Letjen TNI Suharyanto dan Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, memaparkan kondisi terkini proses pemulihan bencana alam di wilayah Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dengan fokus utama pada Pidie Jaya.
Usai Rakor, Menko Djamari menyaksikan prosesi penyerahan mobil penjernih air dari BNPB kepada Dandim Pidie. Mobil tersebut merupakan sumbangan dari Kemenko Polkam yang telah diserahkan kepada BNPB sehari sebelumnya.
Dari Pos Komando, Djamari Chaniago kemudian melanjutkan peninjauan ke pos pengungsian di Gedung TGK Chik Pantee Geulima, yang saat ini menampung 809 pengungsi dari dua desa. Selain menyerahkan bantuan dari Kemenko Polkam berupa bahan pangan, pakaian, alat ibadah, dan alat kebersihan, Djamari juga memberikan bantuan tambahan dana secara spontan untuk para pengungsi. Selain itu, sebanyak 104 personel TNI/Polri yang bertugas di pos tersebut juga mendapatkan dukungan materiil tambahan ( wa/ar)



