Pendamping PKH diminta Sabar dan Iklas Membantu Masyarakat

Juli 20, 2019
0

Surabaya, cakrawalanews.co – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meminta para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Plus, untuk ikhlas dan sabar dalam bertugas melayani masyarakat.
“Kalau tugas pendampingan ini dihitung secara materi, maka tidak akan sebanding harus ikhlas, tidak bisa dikonversi semata-mata karena honor, Allah akan membalas berlipat ganda untuk siapa saja yang bekerja membantu sesama,” kata gubernur saat penutupan Bimningan dan Pemantapan Pendamping dan Operator Jaminan Sosial Lanjut Usia Provinsi Jawa Timur di Mercure Hotel, Jumat (19/7).
Dikatakan gubernur, program PKH Plus pemberian bantuan sosial bersyarat kepada keluarga/warga miskin dan rentan yang terdaftar dalam data terpadu program penanganan fakir miskin.
PKH Plus bertujuan antara lain untuk meningkatkan taraf hidup keluarga penerima manfaat melalui akses layanan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial; serta mengurangi beban pengeluaran, meningkatkan pendapatan keluarga miskin.

Program PKH plus ini memberikan perhatian khusus untuk penyandang lansia terlantar, perempuan kepala keluarga rentan dan penyandang disabilitas.” Lansia dan kelompok penerima lainnya agar mereka bisa hidup layak dan hidup dengan sejahtera dan bahagia dalam usianya yang sudah senja,” ungkap Gubernur

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Sukesi menyampaikan, kegiatan bimbingan dan pemantapan pendamping dan operator PKH plus telah dilaksanakan sebanyak dua gelombang, pertama tanggal 16 -17 Juli diikuti oleh 1.067 orang peserta dari Kabupaten Bangkalan, Sumenep, Tuban, Bojonegoro dan Jember.

Gelombang kedua 18 -19 Juli di ikuti 1.088 peserta dari Sampang, Lamongan, Kediri, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Probolinggo. realisasi penyaluran pada tahap satu sudah 100%, dan tahap dua baru 77,8%, dengan jumlah bantuan dana yang disalurkan sebanyak lebih dari Rp14 miliar.

“Saat ini masih berlangsung penyaluran tahap dua di kabupaten Malang dan Kabupaten Bangkalan, hari ini tidak ada penyaluran karena yang sisa atau yang belum disalurkan itu lansia kena stroke yang tidak bisa kita bawa ke sini,” imbuhnya. (jnr/wan/ hjr/s)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *