cakrawalanews.co
Cakrawala Jatim

UNICEF komitmen sukseskan pendidikan inklusif di Jatim

 

Surabaya, cakrawalanews.co – United Nations Children’s Fund (UNICEF) lewat pengembangan pendidikan inklusif berkomitmen menyukseskan pendidikan inklusif di berbagai wilayah di Jatim, salah satunya Bondowoso.

Kepala Perwakilan UNICEF Pulau Jawa Arie Rukmantara dalam keterangan persnya yang diterima di Surabaya, Kamis 11/4 mengatakan, masih ada beberapa anak yang belum memiliki akses ke pendidikan, salah satunya anak-anak difabel, berkebutuhan khusus, atau anak yang punya kelebihan unik tapi membutuhkan metode belajar yang berbeda.

Namun di Bondowoso, kata dia, sistem layanan pendidikan sudah memfasilitasi agar anak-anak tersebut, bahkan mereka juga belajar di kelas reguler bersama-sama teman seusianya, tanpa dipisahkan dan tanpa diskriminasi.

“Melihat semangat dan komitmen itu, kami kembali lagi ke Bondowoso untuk terus mendukung inovasi kebijakan yang fokus investasinya adalah anak, semua anak,” katanya.

Ia mengatakan, UNICEF sebelumnya telah bekerja sama dengan Pemkab Bondowoso sejak 2005 lewat pengembangan Program Manajemen Berbasis Sekolah ( MBS) di tingkat sekolah dasar (SD).

Kemudian pada 2015, pihaknya membantu Bondowoso untuk mengembangkan Program Sekolah Satu Atap. Sejak 2017 Sekolah Satu Atap dikembangkan ke Pendidikan Inklusif, dan kemudian pengembangannya banyak menggunakan dana APBD.

“Kami kembali lagi ke Bondowoso justru karena melihat komitmen yang semakin tinggi,” ujarnya.

Arie menambahkan tim pengembang MBS Inklusif sudah dibentuk Pemkab sejak 2017. Mereka terdiri dari pengawas SD dan SMP.

Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar mengatakan, pihaknya juga berkomitmen meningkatkan angka partisipasi sekolah yang kini berkisar di rata-rata 5,5 tahun. Lewat Pendidikan Inklusif, semua anak di Bondowoso harus dan dapat bersekolah.

Ia berharap, Pendidikan Inklusif dapat memutus rantai kemiskinan yang sekarang di atas 14 persen atau diperkirakan mencapai lebih dari 160 ribu orang dari lebih dari 790 ribu penduduk Bondowoso.

Dia percaya lewat Pendidikan Inklusif, Bondowoso dapat keluar dari daftar kabupaten/kota terendah dan termiskin di Jatim. (ant/wan)