cakrawalanews.co
Cakrawala Jatim Indeks

Suport Gizi. BPBD Jatim Dapur Anak dan Balita Korban Erupsi Semeru

LUMAJANG- Memasuki hari ke-7 bencana APG Semeru, Jumat (10/12/2021), Pemprov Jatim mulai membuka layanan Dapur Anak dan Balita bagi pengungsi.

Layanan yang bertujuan memberi pemerataan gizi anak dan balita bagi para pengungsi ini dibuka di lokasi pengungsian SMPN 1 Candipuro, Lumajang.

Di lokasi ini, kegiatan dapur balita menyasar 64 anak pengungsi (25 laki-laki, 39 perempuan) yang terdata di posko ini.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat kunjungan ke posko pengungsi APG Semeru pada awal kejadian juga memberikan perhatian khusus kepada pengungsi anak-anak.

Gubernur menyatakan, langkah evakuasi dan pencarian korban harus berjalan seiring dengan penanganan pengungsi, termasuk memperhatikan kondisi kesehatan, dan gizi anak dan balita.

“Dapur anak dan balita yang kita siapkan ini untuk memastikan kondisi gizi anak-anak pengungsi tetap terjaga,” ujarnya.

Adapun menu makanan tambahan gizi yang disajikan, berupa, Sosis panggang, sop buah, telur gulung, bubur bayi, biscuit dan susu, serta buah-buahan.

Sementara, guna memantau kondisi tersebut, BPBD Jatim terus melakukan penyapaan kepada para pengungsi, baik dari kalangan dewasa, lansia maupun anak-anak yang berada di beberapa pos pengungsian.

“Alhamdulillah, disini lebih longgar. Kamar mandinya juga lebih banyak,” ujar Sri Wahyuni (31), pengungsi dengan dua anak saat ditanya soal perpindahan lokasi pengungsian dari Kantor Kecamatan Candipuro.

Khusus terkait aktivitas Dapur Umum Anak dan Balita, BPBD Jatim telah menurunkan Tim Srikandi BPBD untuk melakukan penyiapan makanan tambahan gizi dan mendistribusikannya kepada anak-anak pengungsi.

Rencananya, dapur balita ini, akan memberikan pelayanan di pos pengungsi secara bergilir dari satu tempat ke tempat yang lain.

“Kita akan gilir untuk setiap titik pos pengungsi per dua hari,” ujar Kalaksa BPBD Jatim Drs Budi Santosa.

Berita Lainnya :  Ini Cara Pemkot Beri Efek Jera Pelanggar PPKM Darurat

Berdasar data Satgas Tanggap Darurat APG Gunung Semeru, sampai dengan Sabtu (11/12), jumlah pengungsi terdampak APG Semeru sebanyak 6.573 jiwa.

Jumlah tersebut terbagi dalam 126 titik pengungsian yang terdiri dari 24 titik pengungsian terpusat dan 102 titik pengungsian menyebar atau mandiri.

Jumlah titik pengungsian tersebut tersebar di 21 kecamatan, dengan titik terbanyak berada di Kec. Candipuro sejumlah 2.331 jiwa dan Kecamatan Pasirian sebanyak 1.307 jiwa.

Sedangkan jumlah pengungsi di Kecamatan Pronojiwo sebanyak 525 jiwa atau dibawah jumlah pengungsi di Kecamatan Tempeh yang sebanyak 640 jiwa. (Caa)