Pemkot Ternyata Juga Bisa Cuek…Ini Buktinya..!

oleh -9 Dilihat

ahmad BusiriSurabaya, cakrawalanews.co –Pembenahan sistem pasar yang amburadul di PD Pasar Surya rupanya memang menjadi harapan besar bagi para pedagang.

Namun, lagi-lagi mereka dihadapkan kepada situasi yang sulit, dimana mereka merasa tidak mendapat perhatian serius dari pemerintah kota (Pemkot) Surabaya.

Pedagang mengkalim pemkot sampai saat ini masih terkesan bersikap cuek. Betapa tidak, hal tersebut terbukti dengan berlarut-larutnya proses rekrutmen Badan Pengawas(Bawas) PD Pasar Surya, hingga penetapan Direktur Utama(Dirut) PD Pasar Surya secara defenitive.

“Entah siapa pembisiknya dan ada apa dengan internal PD Pasar Surya hingga bu Wali(Walikota,red) terkesan tidak memperhatikan kami serta mengulur-ulur rekrutmen Bawas dan Dirut PD Pasar Surya. Sampai kapan-pun, jika kedua instrumen penting ini tak di benahi, maka jangan harap sistem akan berjalan baik. Akan tetap amburadul. Karena seorang Plt Dirut, tak akan dihormati oleh bawahannya dan tak bisa menggerakkan sistem, apalagi menjalankan program, ” kesal Ahmad Busiri Pengurus Kumpulan Pedagang Pasar Wonokromo yang juga Pengurus Perkumpulan Pedagang Pasar Sesurabaya.

Dengan Kesemrawutan sistem kerja PD Pasar Surya ini lanjut Busiri, maka sudah dipastikan pedagang-lah yang dirugikan. Untuk itu, Ia berharap, Pemkot bisa sesegera mungkin melakukan penataan ulang dan menetapkan intrumen organisasi kelembagaan secara defenitive.

“Banyak program yang tidak jalan, mulai dari teknis hingga sistem berjualan para pedagang. Pembenahan fisik pasar seperti pemasangan alat pemadam kebakaran stan, hanya diawal saja. Padahal biayanya ditanggung pedagang. Apalagi soal peningkatan kualitas SDM pedagang. Contoh waktu booming-nya online shop, kita ini minta PD Pasar untuk mengajari bagaimana caranya berjualan online. tapi mana pernah di hiraukan”harapnya.

Ia menambahkan, seringkali para pedagang pasar melayangkan surat ke Walikota Surabaya untuk audiensi mengenai problem pasar. Namun upaya tersebut gagal terus.

“Paling mentok ditemui oleh Pak Chalid (Kepala Bagian Perekonomian,red). Entah kenapa kok sulit ya, para pedagang menemui Walikota,” jelas Busiri.

Ketika disinggung terkait perhatian Pemkot terhadap perbaikan pasar Keputran beberapa waktu lalu, Busiri menyangkal bahwa perhatian Pemkot terhadap pasar keputran beberapa waktu lalu itu, hanya sekedar penataan pedagang yang dijalan, bukan masalah pasarnya yang menjadi fokusmya.

“ Perhatian dipasar Keputran kemarin itu, karena Ibu Wali ingin menata agar pedangan tidak menjadi penyebab kemacetan, dan itu hanya untuk kepentingan wajah kota saja”pungkasnya.(hdi/cn02)