Masalah Perumahan Terjangkau jadi Salah Satu Poin Hasil Prepcom 3 UN Habitat III

oleh -13 Dilihat

Surabaya, cakrawalanews.co – Gelaran Prepcom 3 UN Habitat III, yang diselenggarakan di Surabaya menghasilkan beberapa komitmen dari 193 negara yang tergabung dalam perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yakni tentang pentingnya pembangunan perkotaan yang terkait dengan urbanisasi, serta perubahan iklim.

Dalam konferensi pers yang digelar seusai penutupan prepcom 3 UN Habitat III Sekjen Konferensi UN Habitat III, Joan Clos, mengatakan urbanisasi harus paralel dengan pertemuan di paris sebelumnya yang membahas masalah temperatur yang disepakati abad ini.

Dalam beberapa tahun terakhir menurutnya, urbanisasi yang terjadi terlalu banyak mengikis lahan. Joan mengungkapkan, tingginya tingkat urbanisasi, karena meningkatnya jumlah penduduk.

” Banyak warga yang datang ke kota, dan  melakukan okupansi lahan di wiliayah tersebut. Padahal, kita tak bisa seenaknya mengambil lahan pertanian,” tegasnya

Ia berharap, untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah harus mengambil sikap yang tegas dengan mengularkan kebijakan yang jelas dan normatif serta disertai insentif, guna menciptakan kondisi urbanisasi yang seimbang.

“20 – 30 tahun terakhir banyak lahan untuk pemukiman industri, rekreasi dan keperluan komersial,” paparnya

Dampaknya, hal itu mendorong orang untuk melakukan mobilitas, dengan belanja, bekerja dan sekolah ke kota lainnya. Sempitnya lahan menjadi persoalan, akibat situasi kota yang menjadi begitu padat.

Joan Clos menuturkan, masalah lain yang terjadi di wilayah perkotaan adalah kemiskinan. Untuk itu menurutnya, mereka yang datang ke kota harus mendapatkan pelatihan, kursus dan pendidikan agar mereka mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak. Pasalnya, selalu ada migrasi penduduk untuk mendapatkan pekerjaan di kota.

“Jika kemiskinan dibiarkan akan memicu masalah keamanan, sosial hingga terorisme,” jelasnya.

tren baru yang berkembang saat ini, para urban butuh diberdayakan atau meningkatkan kapasitasnya. Joan mengakui, untuk menangani masalah urbanisasi membutuhkan anggran yang besar.

” jika harus dibebankan pada pemerintah saja, tak mungkin. Kareana pemerintah juga harus melakukan efisiensi, meski juga membutuhkan anggran untuk mengatasi urbanisasi itu ” bebernya.

Joan menambahkan, persoalan lain yang juga membutuhkan solusi adalah keterjangkauan rumah bagi masyarakat.

Hal ini menjadi tantangan dalam 20 tahun ke depan. pasalnya, saat ini ada ketidakmampuan masyarakat untuk mendapatkan rumah atau hanya sewa.

“Memang tak mudah, tapi harus diatasi dan dibantu oleh pemerintah,” paparnya

Ia mengakui, untuk memecahkan persoalan hunian itu memerlukan peran serta swasta dan semua pihak. Sehingga masalah urbanisasi, penanganamnya bisa berkelanjutan dan baik.

Joan menegaskan, semua hal yang dihasilkan di Surabaya dan akan dibawah ke konferensi UN Habitat ke Quito, Equador merupakan komitmen yang kuat atas serangkaian masalah yang ada.(mnhdi/cn02)