
Surabaya, cakrawalanews.co – Kalangan Komisi C DPRD Kota Surabaya menyayangkan sikap dari PT Hutama Karya (HK) dan PT Indopipe atas ketidak hadirannya dalam undangan rapat dengar pendapat (Hearing) Senin kemarin yang membahas soal dugaan tak dimilikinya sertifikasi ISO pada pipa jaringan gas (Jargas ) rumah tangga di Kota Surabaya.
Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Vicencius Awey, mengatakan pihaknya sangat kecewa atas sikap mangkirnya PT HK dan PT Indopipe, Pasalnya kedua perusahaan ini memegang kunci atas polemik dugaan tidak dikantonginya sertifikasi ISO pada pipa Jargas tersebut.
” Kami sangat menyayangkan kenapa kedua pihak ini tidak hadir. Padalah mereka semestinya bisa menjelaskan atas polemik ini dan bisa menuntaskan, tetapi kenyataannya mereka memilih menghindar ” ujar Awey.
Awey menambahkan bahwa surat sudah dikirimkan kemereka empat hari sebelum hearing.
” Kami sudah mengirimkan surat sejak 4 hari sebelum hearing namun mereka tidak hadir tanpa ada pemberitahuan dan mengirimkan perwakilan ” imbuhnya.
Politisi asal partai Nasdem ini menyebut bahwa seharusnya PT HK dan PT Indopipe tidak mangkir karena undangan tersebut begitu penting menyangkut kepentingan masyarakat Surabaya.
” Apalagi PT HK merupakan perusahaa milik pemerintah, masak diundang institusi penerintah tidak bisa menghadiri bahkan ini malah tanpa ada keterangan sama sekali ” keluh Awey.
Meski demikian Awey menuturkan bahwa pihaknya masih berfikir positif atas ketidak hadiran kedua Perusahaan tersebut, dan akan mengagendakan rapat kembali pada awal bulan mendatang.
” Meski begitu kami masih berfikir positif. Kami akan panggil kembali kemungkinan pada awal bulan mendatang”pungkasnya.
Terpisah, pihak PT HK belum bisa dikonfirmasi, permintaan konfirmasi dan pesan konfirmasi yang dikirimkan kepihak PT HK melalui Project Manager PT HK, Pupeng belum ada balasan hingga berita ini ditulis.
Seperti diketahui Komisi C DPRD Surabaya menggelar hearing atas munculnya polemik rawan bicornya pipa jargas rumah tangga lantaran adanya dugaan pipa jargas tidak bersertifikasi ISO pada senin (22/05) kemarin.
Namun, hearing tersebut tidak dihadiri oleh PT HK dan PT Indopipe tanpa pemberitahuan, hanya pihak PGN dan mantan direktur marketing PT Indopipe Rini Retnowulan yang hadir memenuhi undangan Komisi C.(hdi/cn02)