Jakarta, cakrawalanews.co-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) fokus memperkuat daya saing dan mendorong Industri Kecil dan Menengah (IKM) furnitur Indonesia untuk menembus pasar ekspor nontradisional, merespons tantangan global, khususnya kebijakan tarif resiprokal dari Amerika Serikat (AS).
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan sektor furnitur Indonesia merupakan sektor padat karya yang signifikan, menyumbang 0,92% pada PDB nonmigas Triwulan III-2025. Hingga Triwulan II-2025, ekspor furnitur mencapai USD0,92 miliar, meskipun AS masih mendominasi pasar (54,6%).
Tantangan dan Strategi Kemenperin:
Tarif AS: Mulai 26 September 2025, AS menerapkan tarif 50% untuk lemari dapur dan 30% untuk furnitur berlapis kain, yang telah menyebabkan penundaan pesanan dan kenaikan biaya logistik bagi IKM.
Diversifikasi Pasar: Dirjen IKMA Kemenperin, Reni Yanita, menekankan perlunya strategi khusus untuk memperluas pasar ke Eropa Timur, Timur Tengah, Amerika Latin, India, dan Jepang.



