Surabaya. Cakrawalanews.co – Kota Malang menghadapi tekanan berat seiring pertumbuhan penduduk dan ekspansi kawasan permukiman yang bergerak jauh lebih cepat dibanding pembenahan tata kota. Hal ini disampaikan Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, dalam agenda reses yang digelar di RW IX Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwar
Puguh menegaskan, laju perkembangan kawasan kos-kosan, perumahan, dan restoran telah memicu peningkatan signifikan produksi limbah rumah tangga. Namun peningkatan ini tidak diimbangi dengan ketersediaan dan kedisiplinan instalasi pengolahan limbah di tiap kawasan.
“Limbah dari kos, perumahan, permukiman, sampai restoran makin besar. Idealnya setiap perumahan memiliki instalasi pengolahan limbah sendiri,” tegas legislator PKS itu. Minggu (23/11/2025).
Aspirasi senada juga datang dari warga Perumahan Joyogrand, yang meminta pemerintah menjadikan pengolahan limbah sebagai prioritas lingkungan. Mereka menilai persoalan ini sudah mendesak dan berdampak langsung pada kualitas hidup.
Tak hanya soal limbah, Puguh menyoroti bahwa pesatnya perkembangan ekonomi Kota Malang ternyata membawa konsekuensi besar pada aspek infrastruktur. Salah satu yang paling terasa adalah kemacetan.












