Peningkatan aksesibilitas antarwilayah juga disebut penting untuk menyeimbangkan mobilitas penduduk dan mengurai titik-titik kemacetan.
Selain persoalan lingkungan dan transportasi, Puguh juga menyoroti lemahnya sosialisasi program pengembangan ekosistem digital bagi pelaku usaha lokal.
“Programnya ada, tapi sosialisasinya kurang. Akhirnya seperti tidak berjalan,” katanya. Padahal, menurutnya, ekosistem digital dapat menciptakan kesinambungan pasar bagi UMKM.
Puguh menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa pemerintah memiliki banyak instrumen untuk menyelesaikan persoalan Kota Malang. Namun langkah itu harus dilakukan secara serempak dan beriringan.
“Permasalahan muncul beriringan, maka penyelesaiannya juga harus berseiringan. Dan itu sangat mungkin direalisasikan jika kebijakan pemerintah kota dan provinsi berjalan dalam satu arah,” pungkasnya.












