Surabaya, Cakrawalanews.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus berupaya menekan angka penyakit malaria. Pada periode Januari – Maret 2017 di seluruh kabupaten/kota hanya ditemukan sebanyak 65 kasus.
Kepala Dinkes Jatim, Kohar Hari Santoso mengatakan sebanyak 65 kasus yang ditemukan merupakan penyakit malaria impor atau penularan orang dari provinsi lain yang datang ke Jawa Timur. Hingga saat ini, Dinkes Jatim belum menemukan kasus malaria dengan kategori penularan setempat (indigenous) atau penyakit malaria yang berasal dari Jawa Timur sendiri.
“Semua penyakit malaria di Jatim akibat penularan orang dari provinsi lain yang datang ke Jawa Timur, terutama dari Kalimantan dan Papua,” kata Kohar didampingi Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Masalah Kesehatan, Ansarul Fahrudda di Kantor Dinkes Jatim, Kamis (27/4), saat konferensi pers Hari Malaria Sedunia yang diperingati setiap tanggal 25 April.



