Lebih lanjut, ia mengungkapkan kasus indigenous di Jawa Timur terakhir di tahun 2014, ditemukan sebanyak 80 penderita atau 13,3 persen dari total kasus 2014 yaitu sebanyak 608 penderita malaria. Kejadian malaria indigenous di Pulau Sadulang dan Pulau Samar, kedua pulau tersebut masuk wilayah Desa Sapeken Kecamatan Sapeken Kabupaten Sumenep.
Berdasarkan data yang dihimpun Dinkes Jatim, tahun 2015 jumlah penderita malaria sebanyak 282 penderita malaria impor, tidak ditemukan adanya malaria indigenous, dengan kematian sebanyak 1 orang. Sedangkan 2016 ditemukan penderita malaria sebanyak 334 orang dengan kematian sebanyak 3 orang, semua kasus yang ditemukan adalah malaria impor.
Selama ini, sambung Kohar, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mencapai target eleminasi penyakit malaria, diantaranya pemberian kelambu massal fokus (PKMF) sebanyak 19.000 kelambu. Kegiatan ini dilakukan mulai akhir bulan maret sampai pertengahan bulan April. Sasaran pemberian kelambu pada penduduk tinggal di daerah dengan perindukan nyamuk Anopheles dan terdapat penderita malaria impor.



