
Sekretaris DPD Gerindra Jawa Timur Anwar Sadad menilai “ledakan” penderita Covid-19 yang berasal dari karyawan pabrik rokok PT HM Sampoerna terjadi karena kurangnya koordinasi antara Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya dalam melakukan tracking terhadap penderita. Dia mengaku sejak sudah khawatir karena kinerja pemerintah tidak optimal dalam menangani pandemi Covid-19 di Jatim.
“Di tanggal 27 April sudah saya sampaikan kekhawatiran bahwa Gugus Tugas berkerja tidak seoptimal yang seharusnya. Di sana-sini terjadi miskoordinasi,” kata Sadad pada Senin (3/5).



