Sadad berharap agar Pemprov Jatim segera melakukan rapid test massal guna melacak penderita Covid-19 yang belum terdeteksi. Dia khawatir, kalau rapid test massal itu terlambat dilakukan, jumlah penderita Covid-19 di Jatim semakin tidak terkendali, karena penyebaran penyakit itu begitu cepat.
Wakil Ketua DPRD Jawa Timur itu berharap agar Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya tidak saling lempar tanggung jawab karena munculnya kluster baru tersebut. Dia berharap, Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya lebih jeli melakukan tracking dan memetakan penderita Covid-19, sehingga bisa mengambil keputusan yang tepat. Sehingga kasus Covid-19 di Jatim, terutama di Surabaya bisa ditekan.
“Lalu meledaklahlah kasus klaster Sampoerna, dan mereka saling menyalahkan. Damn! Come on, tak perlu mempertontonkan siapa yang kuat. Kita dipilih untuk menyelamatkan mereka, orang-orang yang nasib dan nyawanya bergantung pada kecepatan dan ketepatan keputusan kita. Tempat terbaik bagi ‘pelayan’ adalah di lapangan, tempat orang-orang menderita dan membutuhkan kita,” tambahnya.



