Surabaya, cakrawalanews.co – Gubernur Jatim, Soekarwo minta para pengusaha muda yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk ikut berperan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Jatim. Salah satunya dengan membantu para pengusaha UMKM memperbaiki proses packaging produk, serta membantu kebijakan terkait logistik dan pengiriman barang dalam pasar dalam negeri.
Hal ini disampaikannya saat memberikan paparan dalam acara Rakerda XIV dan Diklatda I BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jatim 2016 di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, Rabu (14/12).
Pakde Karwo, sapaan akrabnya mengatakan, beberapa masalah di industri UMKM adalah tentang packaging produk. Hal ini yang membuat produk kita kalah dengan beberapa negara lain. Tak hanya itu, masalah di industri pengolahan di Jatim yakni mesin rata-rata sudah kuno sehingga tidak bisa kompetisi di industri pengolahan.
“Perdagangan (X-M) akan naik bila packagingnya bagus. Jadi saya usulkan ada pelatihan packaging. Packaging kita masih jelek seperti Myanmar, Laos dan Kamboja,” katanya.
Selain itu, masalah logistic dan connectivity menjadi permasalahan serius dalam perdagangan dalam negeri. “Jadi pasar dalam negeri kita harus diperkuat. 75 persen barang di Pelabuhan Tanjung Perak dibawa ke Ternate baliknya hanya sekitar 5 persen. Logistic dan connectivity kita menjadi fokus dalam perdagangan dalam negeri.Jadi saya minta bisakah HIPMI menjadi collector bahan-bahan atau produk di Ternate jangan 5 persen tapi 20 persen dibawa kembali ke Tanjung Perak. Potensi ini ada karena purchasing power di Jatim tinggi. Saya usul kita kumpul standing committee HIPMI dengan KADIN kumpul di Jatim kita bahas ini bersama-sama,” katanya.












