Surabaya, cakrawalanews.co – Kalangan pengamat politik menilai bahwa Walikota Surabaya Tri Rismaharini masih tetap satu frekuensi dengan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri terkait penunjukan ketua, sekretaris, dan bendahara baru di tubuh DPC PDIP Kota Surabaya menggantikan Whisnu Sakti Buana.
Ini karena Risma memiliki relasi sangat dekat dengan Megawati, sehingga tak mungkin berbeda kebijakan dengan putri proklamator Bung Karno tersebut.
Analis Politik Surabaya Survey Center (SSC) Surokim Abdussalam menilai, Risma memang tak mau masuk ke dalam polemik secara langsung karena untuk menjaga hubungan dengan Whisnu Sakti Buana yang tak lain adalah wakil walikota.












