Orasikan Jatimnomics Sebagai Solusi Untuk Hadapi MEA
Konsep Jatimnomics menjadi solusi jitu untuk menghadapi era perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) menuju pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Konsep Jatimnomics merupakan trisula strategi pembangunan yang terdiri dari peningkatan basis produksi UMKM dan besar, pembiayaan yang kompetitif, serta pengembangan perdagangan/pasar.
“Jatimnomics adalah pengembangan dari Indonesia Incorporated menjadi sistem ekonomi khas Jatim, dari Jatim untuk Indonesia. Jatimnomics sebagai solusi tidak untuk Jatim, tetapi untuk Indonesia. Model saling memperkuat,” ujar Gubernur Jatim Dr. (H.C.) Dr. H. Soekarwo saat menyampaikan pidato dalam Penganugerahan Gelar Doktor Honoris Causa dalam bidang Ilmu Ekonomi oleh Rektor Universitas Airlangga (Unair) Surabaya di Aula Garuda Mukti Lantai V Kantor Manajemen Kampus C Unair, besok Sabtu (22/8).
Lebih lanjut disampaikannya, Jatimnomics berangkat dari pemikiran ekonomi kekeluargaan yang menekankan, potensi atau kekayaan dimiliki sebesar-besarnya untuk masyarakat. Ini merupakan penjabaran dari sila kelima Pancasila. Kekhasan kultur di Jatim, pemerintah, legislatif, tokoh agama, tokoh masyarakat terus dilakukan dialog.
Dengan konstruksi Jatimnomics, kinerja pembangunan ekonomi Jatim mampu menghasilkan produk dengan daya saing yang kompetitif di pasar domestik maupun pasar global dan mampu mendorong sistem produksi nasional dari aktivitas pasar domestik nasional di 26 Kantor Perwakilan Dagang (KPD).
“KPD bukan dari government to government tetapi business to business. Hasilnya sungguh luar biasa, Jatim menjadi pusat logistik dan connectivity Indonesia bagian Timur. Tentunya ini untuk mencukupi kebutuhan konsumsi maupun pasokan bahan baku industri nasional, mampu menekan defisit transaksi berjalan, dan bakan menghasilkan neraca transaksi berjalan akan surplus di level nasional,” jelas Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim.












