Cakrawala NewsHeadline

Harga Plastik Naik, Aktivitas Pemulung di TPS Surabaya Meningkat dan Picu Penumpukan Sampah

×

Harga Plastik Naik, Aktivitas Pemulung di TPS Surabaya Meningkat dan Picu Penumpukan Sampah

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2026-04-10 at 10.53.59
tps surabaya

Surabaya – cakrawalanews.co | Kenaikan harga plastik mendorong lonjakan aktivitas pemulung di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Surabaya, yang berujung pada penumpukan sampah dan gangguan operasional. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pun turun tangan melakukan penertiban.

Dalam beberapa hari terakhir, aktivitas pemilahan sampah terlihat meningkat di sejumlah TPS yang tersebar di berbagai wilayah kota. Kondisi ini mulai dirasakan mengganggu alur pengelolaan sampah, terutama saat proses pengangkutan oleh petugas kebersihan.

Penertiban dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya atas instruksi Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Langkah ini diambil untuk memastikan fungsi TPS tetap berjalan optimal sebagai titik penampungan sementara, bukan lokasi pemilahan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Surabaya, M Fikser, menjelaskan bahwa fenomena ini dipicu oleh naiknya nilai ekonomis sampah plastik di pasaran. Kondisi tersebut mendorong para pemulung memanfaatkan peluang dengan memilah sampah langsung di dalam TPS.

“Karena harga plastik naik, pemulung memilih langsung memilah di TPS. Ini yang kemudian mengganggu operasional,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Ia menegaskan, aktivitas pemilahan di dalam TPS tidak diperbolehkan karena dapat mempersempit ruang penampungan. Akibatnya, sampah tidak tertata dan memperlambat proses pengangkutan ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Dampak paling terlihat adalah melubernya sampah hingga ke luar TPS, bahkan sampai ke badan jalan. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kebersihan, tetapi juga merusak estetika kota dan berpotensi menimbulkan bau tidak sedap.

Selain itu, aktivitas yang tidak terkontrol juga berisiko menghambat petugas kebersihan dalam bekerja. Proses bongkar muat sampah menjadi tidak efisien karena area TPS dipenuhi aktivitas pemilahan.

Pemkot Surabaya menegaskan akan terus melakukan pengawasan dan penertiban di lapangan. DLH juga mengimbau para pemulung untuk tidak melakukan pemilahan di dalam TPS dan tetap mengikuti aturan yang berlaku.

Ke depan, pemerintah akan mencari solusi agar aktivitas ekonomi pemulung tetap berjalan tanpa mengganggu sistem pengelolaan sampah kota. Penataan ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara aspek sosial dan kebersihan lingkungan di Surabaya. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *