Surabaya, CakrawalaNews.co – Rotasi 78 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya mendapat perhatian serius dari Komisi A DPRD Surabaya yang membidangi pemerintahan.
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, menilai langkah tersebut sebagai momentum penting untuk mempercepat kinerja birokrasi, dengan catatan dilakukan secara profesional dan berbasis kompetensi.
“Rotasi ini bagus sebagai penyegaran dan menjadi trigger bagi kepala OPD untuk bekerja lebih keras sesuai harapan warga dan target yang ditetapkan wali kota,” ujar Cak Yebe sapaan akrabnya, Kamis (2/4/2026).
Menurutnya, rotasi jabatan tidak boleh sekadar formalitas, melainkan harus berangkat dari evaluasi kinerja yang terukur. Pejabat yang belum memenuhi ekspektasi publik perlu diganti agar roda pemerintahan berjalan lebih optimal dan responsif.
“Mereka yang kinerjanya kurang memenuhi ekspektasi warga sudah sepatutnya diganti, agar memberi kesempatan bagi ASN lain yang lebih memiliki kualifikasi,” katanya.
Wakil Ketua DPC Gerindra Surabaya ini menegaskan DPRD akan mengawal sekaligus mendukung kebijakan tersebut, selama prosesnya mengedepankan profesionalitas dan bebas dari kepentingan non-kinerja.
“Sepanjang rotasi ini dilakukan atas dasar profesionalitas dan bukan karena faktor kedekatan atau circle pimpinan, kami di DPRD tentu akan mendukung,” tegas dia.
Selain itu, ia juga menyoroti penempatan Eddy Christijanto sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.
Menurutnya, pengalaman sebelumnya di Dispendukcapil menjadi modal penting dalam memperkuat pengelolaan data dan integrasi program strategis.
“Penempatan Pak Eddy di Diskominfo sangat tepat, karena pengalaman beliau di Dispendukcapil menunjukkan banyak kemajuan dalam pengelolaan data kependudukan,” ujar dia.
Cak Yebe menilai posisi Diskominfo kini krusial, terutama dalam mengawal program Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Surabaya yang membutuhkan orkestrasi lintas perangkat daerah.
“Dengan pengalaman tersebut, beliau akan lebih mudah mengorkestrasi lintas OPD untuk menuntaskan program DTSEN yang menjadi prioritas kota,” jelas dia.
Ia berharap rotasi ini tidak hanya menjadi rutinitas birokrasi, tetapi benar-benar berdampak pada percepatan capaian program prioritas serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Ya semoga rotasi ini benar-benar berdampak pada peningkatan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.












