Malang, cakrawalanews.co – Perum Bulog Cabang Malang menyalurkan total 12.474 ton beras kepada 623.725 penerima bantuan pangan (PBP) di dua wilayah aglomerasi di Jawa Timur, yakni Malang Raya dan Pasuruan Raya untuk periode Februari hingga Maret 2026.
“Bantuan yang disalurkan 12.474.000 kilogram beras (12,47 juta kilogram/12.474 ton) bagi PBP di wilayah kerja kami,” kata Kepala Bulog Malang M Nurjuliansyah di Kota Malang, Jawa Timur, pada hari Rabu, 18 Maret 2026.
Selain beras, Bulog juga menyalurkan minyak goreng dengan total 2.494.900 liter sebagai bantuan pangan kepada masyarakat penerima.
Berdasarkan data yang diterima dari Perum Bulog Malang, jumlah PBP pada periode Februari hingga Maret 2026 yang mencapai 623.725 orang mengalami peningkatan sebesar 87,27 persen dari pagu PBP pada periode Oktober hingga November 2025 sebanyak 332.665 penerima.
Bulog Malang telah menyalurkan bantuan pangan tersebut, seperti salah satu penyaluran yang dilakukan di Kota Malang pada hari ini.
Dari total 623.725 PBP, sebanyak 57.715 penerima berada di Kota Malang dan tersebar di lima wilayah kecamatan, yakni Sukun, Kedungkandang, Blimbing, Lowokwaru, dan Klojen.
Rincian PBP per kecamatan adalah 15.150 PBP di Kecamatan Sukun, 14.313 PBP di Kecamatan Kedungkandang, 12.225 PBP di Kecamatan Blimbing, 9.466 PBP di Kecamatan Lowokwaru, dan 6.561 PBP di Kecamatan Klojen.
Nurjuliansyah menjelaskan bahwa bantuan pangan ini sebagai langkah pemerintah dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok masyarakat.
“Program bantuan pangan ini merupakan upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan masyarakat sekaligus membantu meringankan beban terhadap kebutuhan pokok,” ujar Nurjuliansyah.
Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan apresiasi terhadap kinerja penyaluran bantuan pangan dari jajaran Bulog Malang.
Wahyu Hidayat menegaskan bahwa jajarannya akan terus mengawasi supaya penyaluran bantuan tersebut tepat sasaran sesuai data penerima, dengan berkoordinasi bersama pihak kelurahan dan kecamatan.
“Bantuan ini sangat membantu masyarakat, terutama dalam menjaga daya beli dan memastikan kebutuhan pangan tetap terpenuhi,” tutur Wahyu Hidayat.(wan/an)












