Cakrawalanews.co – Perusahaan Umum (Perum) Bulog Kantor Cabang Kediri, Jawa Timur, mengungkapkan bahwa stok beras yang tersimpan di gudang saat ini berada dalam kondisi aman. Ketersediaan tersebut dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga memasuki masa Lebaran pada tahun 2026 mendatang.
Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Kediri, Harisun, menjelaskan bahwa saat ini jumlah stok beras di gudang mencapai 70 ribu ton. Jumlah tersebut diperkirakan masih mencukupi untuk kebutuhan hingga 23 bulan ke depan, sehingga ketersediaan untuk momen Idul Fitri dipastikan tidak mengalami kendala.
Harisun menegaskan bahwa stok yang ada saat ini sangat melimpah, terlebih karena proses penyerapan gabah beras masih terus berlangsung hingga Kamis, 12 Maret 2026. “Stok kami banyak dan cukup berlimpah, apalagi saat ini kami masih melakukan penyerapan gabah beras. Jadi, secara akumulasi pasti nanti bertambah,” katanya di Kediri.
Pihak Bulog Kediri kini tengah gencar melakukan penyerapan gabah langsung dari tingkat petani. Sesuai dengan regulasi yang berlaku, harga pembelian pemerintah (HPP) untuk kategori gabah kering panen (GKP) di tingkat petani dipatok sebesar Rp6.500 per kilogram.
Hingga saat ini, realisasi penyerapan gabah telah menyentuh angka sekitar 23 persen dari total target tahun 2026 yang ditetapkan sebesar 73 ribu ton. Melalui pencapaian 23 persen tersebut, Bulog tercatat telah berhasil mengamankan sekitar 17 ribu ton gabah milik petani.
Meskipun penyerapan terus bertambah, Harisun menyebutkan bahwa stok tersebut juga akan tersalurkan melalui berbagai program pemerintah. Di antaranya adalah pelaksanaan pasar murah hasil kerja sama dengan berbagai instansi serta pendistribusian rutin kepada mitra-mitra resmi Bulog.
Terkait musim panen tahun 2026 ini, Harisun menilai bahwa para petani sudah semakin memahami aturan serta standardisasi kualitas gabah yang dapat diterima oleh Bulog. Hal ini terlihat dari kesadaran petani dalam menjaga kualitas gabah, terutama yang berkaitan dengan tingkat kebersihan atau kotoran.
Pihak Bulog menyatakan kesiapannya untuk menyerap hasil panen petani dalam jumlah berapapun. Petani juga diimbau untuk melapor saat hendak melakukan panen agar proses penyerapan dapat segera dikoordinasikan.
“Kami siap menyerap berapapun yang petani panen. Dan alhamdulillah sudah jalan. Skema dan sistem sudah jalan. Yang penting mereka mengurus ke PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan), Insya Allah kami serap seluruhnya,” kata Harisun.
Saat ini, Bulog telah menjalin kerja sama dengan 27 mitra yang tersebar di wilayah kerja Bulog Kediri, meliputi Kota Kediri, Kabupaten Kediri, serta Kabupaten Nganjuk. Para mitra tersebut umumnya telah dilengkapi dengan fasilitas pendukung yang memadai.
Keberadaan fasilitas seperti mesin pengering menjadi sangat krusial, terutama untuk mengantisipasi kondisi cuaca hujan yang menghambat proses pengeringan alami. Jika gabah tidak segera dikeringkan, dikhawatirkan kualitasnya akan menurun dan tidak memenuhi standar.
Melalui upaya koordinasi yang intensif, pihak Bulog berharap proses penyerapan gabah pada musim panen 2026 ini dapat berjalan tanpa hambatan. Dengan demikian, ketahanan stok pangan di wilayah Kediri dan sekitarnya tetap terjaga secara berkelanjutan.( wa/ar)












