Cakrawalanews.co- Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, memastikan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji bersubsidi berada dalam kondisi aman untuk mencukupi kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran 2025. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati, setelah melakukan peninjauan lapangan di wilayah setempat pada Senin, 9 Maret 2026.
“Hasil pengecekan menunjukkan stok BBM di wilayah Lumajang masih stabil dan tidak mengalami kendala distribusi,” kata Bupati Indah Amperawati. Ia juga menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan yang dapat memicu kepanikan di tengah bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. “Saya sudah cek tadi sore, stok BBM di Lumajang masih aman. Jadi masyarakat tidak perlu panic buying, tidak perlu membeli secara berlebihan, cukup sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa partisipasi masyarakat untuk membeli BBM dan elpiji secara bijak menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas distribusi. Dengan konsumsi yang wajar, pasokan energi dapat tetap merata bagi seluruh lapisan masyarakat. “Pemkab Lumajang optimistis stabilitas pasokan energi yang terjaga akan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan lancar, sekaligus memperkuat ketahanan energi daerah di tengah dinamika kebutuhan masyarakat,” katanya.
Hingga saat ini, pemerintah daerah belum menerima informasi dari pemerintah pusat mengenai adanya gangguan distribusi, sehingga pasokan dipastikan tetap berjalan normal.
Selain fokus pada BBM, pemerintah daerah juga menjamin ketersediaan elpiji untuk kebutuhan rumah tangga masih mencukupi. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa distribusi elpiji berlangsung lancar tanpa adanya indikasi kelangkaan di tingkat konsumen.
“Pemerintah daerah terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan rantai distribusi energi berjalan stabil. Pemantauan juga dilakukan secara berkala agar potensi gangguan pasokan dapat diantisipasi lebih dini,” tuturnya.
Bupati Indah Amperawati mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama yang berpotensi memicu kekhawatiran terkait ketersediaan energi.( wa/al)












