Cakrawala DaerahCakrawala JatimCakrawala NewsHeadline

Pemkot Malang Prediksi Penurunan Pergerakan Kendaraan Mudik Lebaran 2026 Sebesar 1,75 Persen

×

Pemkot Malang Prediksi Penurunan Pergerakan Kendaraan Mudik Lebaran 2026 Sebesar 1,75 Persen

Sebarkan artikel ini
Pemkot Malang Prediksi Penurunan Pergerakan
Pemkot Malang Prediksi Penurunan Pergerakan

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memprediksi angka pergerakan atau keluar masuk kendaraan bermotor di wilayah setempat saat masa mudik Lebaran 2026 akan mengalami penurunan sebesar 1,75 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menjelaskan saat ditemui di Mini Block Office, Kota Malang, Jawa Timur, Selasa, 3 Maret 2026, bahwa “Prediksi ini sifatnya untuk Kota Malang saja memang ada penurunan sebesar 1,75 persen untuk pergerakan atau keluar dan masuk kendaraan bermotor.”

Berdasarkan data yang dirilis oleh Dishub Kota Malang, pada periode mudik tahun lalu tercatat ada sebanyak 276.726 unit kendaraan yang masuk dan 276.938 unit kendaraan yang keluar dari wilayah tersebut. Sementara itu, untuk periode mudik 2026 ini, jumlah kendaraan yang diperkirakan melintas masuk ke Kota Malang diproyeksikan berada di angka 271.883 unit, dengan jumlah kendaraan keluar mencapai 271.092 unit. Widjaja menyebutkan bahwa potensi penurunan ini dipengaruhi oleh sejumlah dinamika, di antaranya adalah faktor cuaca serta kecenderungan masyarakat untuk lebih menghemat pengeluaran.

Mengenai puncak arus mudik, pihak Dishub memperkirakan akan terjadi dalam dua gelombang besar, yakni pada tanggal 13-15 Maret 2026 dan menyusul pada 18-19 Maret 2026. Widjaja menambahkan bahwa “Di tengah-tengah (momen mudik) ini kan ada (cuti bersama) Nyepi pada 18 Maret dan (perayaan) Nyepi pada 19 Maret. Kalau arus balik masih kami lihat dulu timeline-nya.” Meskipun terdapat prediksi penurunan mobilisasi, Dishub Kota Malang tetap berkomitmen menyiapkan serangkaian langkah pencegahan dan penanganan untuk mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas di titik-titik rawan.

Titik rawan kemacetan sendiri telah dipetakan ke dalam dua kategori utama, yakni kawasan perdagangan seperti pusat perbelanjaan modern dan pasar tradisional, serta jalur utama yang meliputi kawasan Malang Creative Center di Jalan Ahmad Yani hingga Simpang Dinoyo menuju Jalan Raya Sengkaling. Upaya pencegahan dilakukan melalui pemantauan grafik kendaraan secara berkala, di mana petugas akan langsung diterjunkan ke lokasi jika muncul tanda-tanda kemacetan. Apabila volume kendaraan terus meningkat hingga pengaturan manual tidak lagi maksimal, maka langkah rekayasa arus akan segera diambil. Widjaja menegaskan bahwa “Sehingga rekayasa lalu lintas sekali lagi sifatnya situasional dan ada pembatasan-pembatasan. Artinya, tidak harus ditutup maupun dengan contraflow.”( wa/at)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *