Cakrawalanews.co Industri galangan kapal di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan dari tahun ke tahun.
Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, menyatakan bahwa industri lokal tersebut kini tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga telah berhasil mengekspor kapal pesanan hingga ke Benua Eropa.
Pernyataan tersebut disampaikan Mujiono saat menghadiri penyerahan simbolis kapal survei katamaran produksi PT Lundin Industry Invest kepada PT Rejeki Abadi Lestari di Banyuwangi, Senin. Ia menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan validasi atas kualitas manufaktur daerah yang telah memenuhi standar internasional.
“Pemesanan kapal produksi lokal ini adalah bukti nyata bahwa industri perkapalan daerah telah memiliki standar kualitas yang kompetitif,” kata Mujiono.
Ia menambahkan bahwa kemampuan produk anak bangsa dalam bersaing di pasar global mencakup berbagai aspek, mulai dari desain, integrasi teknologi, hingga ketahanan konstruksi yang mumpuni. Hal ini selaras dengan upaya memperkuat identitas Banyuwangi sebagai wilayah maritim yang strategis.
“Ini membuktikan industri kapal dalam negeri memiliki daya saing tinggi, kami berharap capaian ini semakin memperkuat posisi Banyuwangi sebagai daerah maritim sekaligus mendukung visi kemaritiman Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur PT Lundin Industry Invests, John Lundin, menjelaskan bahwa unit yang diserahkan merupakan kapal survei tipe Katamaran X38 generasi terbaru. Proses pengerjaan kapal ini memakan waktu sekitar enam bulan, meliputi tahap desain, fabrikasi lambung, instalasi mesin, hingga tahap uji kelayakan laut atau sea trial.
Secara teknis, kapal ini memiliki panjang keseluruhan 12,50 meter dan lebar 4,60 meter, dengan berat perpindahan sekitar 7.000 kilogram. Desain katamaran sengaja dipilih untuk memberikan stabilitas maksimal serta efisiensi bahan bakar yang lebih baik dibandingkan model lambung tunggal (monohull), terutama saat beroperasi di perairan dangkal maupun laut terbuka.
“Dari sisi daya jelajah, kapal dibekali kapasitas bahan bakar hingga 2.000 liter, memungkinkan operasional dalam durasi yang relatif panjang tanpa pengisian ulang,” kata John Lundin.
Untuk menunjang kenyamanan operasional kru, kapal ini juga dilengkapi tangki air bersih berkapasitas 250 liter serta holding tank 200 liter, dengan kapasitas angkut hingga 12 orang. John Lundin menekankan bahwa model terbaru ini merupakan hasil pengembangan berkelanjutan dari produk-produk sebelumnya.
“Kami telah membuat 20 kapal jenis Katamaran, tetapi tipe terbaru ini jauh lebih baik dari yang lain, dengan konsumsi bahan bakar dan performa yang lebih baik,” ujarnya.( aw/at)



