Cakrawalanews.co – Kementerian Perhubungan mengerahkan kapal perintis KM Sabuk Nusantara 74 untuk melayani kepulangan santri putri yang akan menikmati libur Ramadhan 1447 Hijriah.
Kapal tersebut diberangkatkan dari Pelabuhan Jangkar, Kabupaten Situbondo, menuju Pulau Kangean dan Pulau Sapeken, Kabupaten Sumenep, pada Selasa (10/2/2026).
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan, Herland Aprilyanto, menjelaskan bahwa terdapat 519 santri putri yang diangkut dalam pelayaran tersebut.
Ratusan santri ini berasal dari sejumlah pondok pesantren besar, seperti Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo dan Ponpes Wali Songo di Situbondo, serta Ponpes Nurul Jadid Paiton di Probolinggo. Dari total penumpang tersebut, sebanyak 51 santri di antaranya memiliki tujuan akhir di Pulau Sapeken.
KM Sabuk Nusantara 74 milik Kementerian Perhubungan tersebut bersandar di dermaga Pelabuhan Jangkar pada pukul 12.00 WIB dan kembali bertolak pada pukul 17.00 WIB. Herland menyebutkan bahwa pengerahan kapal perintis ini merupakan langkah Direktorat Jenderal Perhubungan Laut untuk mengantisipasi keterbatasan armada kapal feri reguler yang ada.
Langkah ini diambil demi menjaga standar keselamatan pelayaran, mengingat jumlah santri yang sangat banyak tidak memungkinkan untuk diangkut hanya menggunakan armada reguler. KM Sabuk Nusantara 74 dipilih karena memiliki kapasitas angkut yang besar, yakni mampu menampung lebih dari 500 penumpang dalam sekali perjalanan.
Sebelum keberangkatan santri putri hari ini, sebanyak 364 santri putra dari Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo telah lebih dahulu dipulangkan secara berjamaah ke Pulau Kangean pada Senin (9/2) dengan menggunakan KMP Munggiyango Hulalo.( wa/ar)



