Cakrawalanews.co-Kesehatan Kabupaten Ponorogo melaporkan bahwa jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) kategori berat di wilayah tersebut masih tergolong tinggi, dengan total mencapai 2.188 orang sepanjang tahun 2025.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Ponorogo, Anik Setyorini, mengungkapkan bahwa dari ribuan pasien tersebut, terdapat dua orang yang hingga kini masih menjalani praktik pasung oleh pihak keluarga.
Meski demikian, Anik menekankan adanya tren penurunan kasus pasung yang signifikan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebagai gambaran, pada tahun 2018 tercatat ada 14 kasus pemasungan, namun kini jumlahnya telah berkurang menjadi dua kasus.
Dua pasien yang masih dipasung tersebut merupakan kasus lama yang mengalami kekambuhan (pemasungan ulang). Awalnya mereka sempat dilepas karena kondisi membaik, namun kembali dipasung karena dinilai mulai membahayakan lingkungan sekitar.
Pemerintah setempat terus mengupayakan penanganan melalui pendekatan kekeluargaan dan koordinasi lintas sektor. Keluarga didorong untuk merujuk pasien ke fasilitas kesehatan formal, seperti Poli Kejiwaan RSUD dr. Harjono Ponorogo atau RSJ Menur Surabaya dengan memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Ponorogo juga menyediakan fasilitas rehabilitasi gratis di Desa Paringan, Kecamatan Jenangan, sebagai langkah awal pemulihan pasien.
Senada dengan hal tersebut, Staf Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Jawa Timur, Ronny Gunawan, mengonfirmasi bahwa dua kasus pasung yang tersisa telah masuk dalam pendataan dan sedang ditangani secara intensif.
Jika pihak keluarga memberikan persetujuan, pasien akan segera dirujuk ke RSJ Menur Surabaya. Selain fokus pada pengobatan medis, Dinsos Jatim juga telah menyiapkan program pembinaan keterampilan bagi pasien yang kondisinya sudah stabil agar mereka memiliki kemandirian saat kembali ke masyarakat.( wa/an)



