Surabaya. Cakrawalanews.co – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menyoroti fenomena menurunnya angka pernikahan di Indonesia, termasuk di Jawa Timur, yang dinilainya sebagai persoalan serius dan patut menjadi perhatian bersama.
Puguh mengungkapkan bahwa dalam satu dekade terakhir, angka pernikahan di Indonesia mengalami penurunan signifikan hingga sekitar 30 persen. Kondisi ini dinilainya paradoksal jika dibandingkan dengan situasi demografi Indonesia saat ini yang tengah memasuki era bonus demografi.
“Fenomena pernikahan yang semakin turun ini terjadi paling tidak dalam satu dekade terakhir, dengan penurunan sekitar 30 persen. Ini menjadi kondisi yang paradoksal, karena Indonesia, termasuk Jawa Timur, sedang berada di era bonus demografi,” ujar Puguh dikonfirmasi, Selasa (27/1/2026).
Menurutnya, saat ini struktur penduduk Indonesia justru didominasi oleh generasi usia produktif, yakni generasi milenial dan Gen Z, yang secara usia berada pada fase ideal untuk menikah. Secara logika, dominasi usia produktif tersebut seharusnya berbanding lurus dengan meningkatnya angka pernikahan.
“Usia-usia pernikahan sekarang sedang berada di puncaknya, didominasi oleh Gen Z dan milenial. Logikanya, karena jumlahnya besar, angka pernikahan juga seharusnya meningkat,” jelas legislator PKS itu.












