Berita UtamaCakrawala DaerahCakrawala JatimCakrawala KesehatanPeristiwa

Dinkes Kota Malang Intensifkan PSN untuk Tekan Kasus DBD Jelang Puncak Sebaran

×

Dinkes Kota Malang Intensifkan PSN untuk Tekan Kasus DBD Jelang Puncak Sebaran

Sebarkan artikel ini
nyamuk Aedes aegypti.
nyamuk Aedes aegypti.

Cakrawalanews.co- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang menegaskan bahwa gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang dilakukan secara intensif melalui puskesmas dan fasilitas kesehatan terbukti efektif dalam mengendalikan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kepala Dinkes Kota Malang, dr. Husnul Muarif, menjelaskan bahwa edukasi mengenai kondisi cuaca dan penguatan PSN menjadi langkah krusial, mengingat penyakit ini selalu muncul setiap tahun dengan puncak sebaran yang biasanya terjadi pada bulan Maret dan April.

​Data tren kasus DBD di Kota Malang menunjukkan fluktuasi yang signifikan dalam tiga tahun terakhir. Setelah sempat melonjak dari 462 kasus pada 2023 menjadi 777 kasus pada 2024, angka tersebut berhasil ditekan menjadi 715 kasus pada periode 2025. Secara kewilayahan, Kecamatan Sukun mencatatkan angka tertinggi dengan 192 kasus pada 2025, sementara Kecamatan Lowokwaru menjadi wilayah dengan laporan kasus terendah, yakni 89 kasus pada periode yang sama.

​Guna mencapai target penurunan kasus yang lebih besar di tahun 2026, Dinkes Kota Malang tidak hanya mengandalkan PSN, tetapi juga mengoptimalkan program 3M Plus.

Langkah ini mencakup aktivitas menguras, menutup, dan mendaur ulang, yang diperkuat dengan memelihara ikan pemakan jentik serta menanam tanaman pengusir nyamuk. dr. Husnul menekankan bahwa memutus rantai penularan hanya bisa dilakukan jika tempat perkembangbiakan nyamuk benar-benar dihilangkan.

​Selain koordinasi melalui fasilitas medis, pemerintah kota juga mendorong sektor swasta dan seluruh instansi pemerintahan untuk berpartisipasi aktif dalam memberantas nyamuk Aedes aegypti.

Upaya kolaboratif ini diharapkan dapat mendongkrak persentase angka bebas nyamuk di Kota Malang yang saat ini berada di angka 92 persen agar segera mencapai target ideal sebesar 95 persen.( wa/ar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *