Cakrawala EkonomiCakrawala NasionalCakrawala NewsCakrawala PendidikanHeadline

Kemendikdasmen Perkuat Fondasi Sekolah Aman Melalui Regulasi Perlindungan Guru dan Murid

×

Kemendikdasmen Perkuat Fondasi Sekolah Aman Melalui Regulasi Perlindungan Guru dan Murid

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi guru mengajar
Ilustrasi guru mengajar

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mempertegas komitmennya dalam mewujudkan visi Pendidikan Bermutu untuk Semua dengan menjadikan sekolah sebagai ruang yang aman, nyaman, dan bermartabat.

Langkah ini diambil sebagai respons atas insiden kekerasan yang baru-baru ini terjadi di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, Jambi.

Pemerintah menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan merupakan pelanggaran terhadap nilai-nilai edukasi dan menghambat terciptanya budaya belajar yang sehat serta berkeadilan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyatakan bahwa sekolah seharusnya menjadi tempat yang memberikan rasa tenang bagi seluruh warga satuan pendidikan.

Ia menekankan bahwa penyelesaian setiap konflik di sekolah harus senantiasa mengedepankan prinsip musyawarah, kekeluargaan, dan pendekatan edukatif.

Sebagai bentuk kehadiran negara, pemerintah menjamin perlindungan hukum bagi para guru serta pendampingan psikologis bagi murid demi menjaga kesehatan mental serta kelangsungan proses belajar mengajar.

Sebagai landasan hukum yang konkret, Kemendikdasmen telah menerbitkan dua peraturan strategis, yaitu Permendikdasmen Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perlindungan bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan, serta Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

Kedua regulasi ini dirancang untuk memperkuat peran guru sebagai pendidik sekaligus pelindung siswa, sembari memastikan hak setiap anak untuk belajar dalam lingkungan yang bermartabat tetap terpenuhi.

Menteri Mu’ti juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat luas, untuk mengimplementasikan aturan tersebut secara konsisten.

Tragedi di Jambi diharapkan menjadi momentum evaluasi nasional untuk memperkuat budaya saling menghormati dan membangun dialog yang konstruktif di sekolah. Dengan sinergi seluruh pihak, sekolah diharapkan benar-benar menjadi pusat pertumbuhan karakter dan prestasi bagi generasi penerus bangsa.( ar/infp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *