Cakrawalanews.co Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan Pusat Informasi Geologi (PIG) sebagai pusat rujukan geologi di tingkat internasional.
Pernyataan tersebut disampaikan saat peresmian PIG Geopark Bojonegoro sebagai langkah strategis menuju predikat UNESCO Global Geopark (UGGp) pada Selasa kemarin.
Kabupaten Bojonegoro saat ini memiliki lima objek kawasan cagar alam geologi unggulan, yakni Petroleum System Wonocolo dan Struktur Antiklin Kawengan di Kecamatan Kedewaan, Kayangan Api di Kecamatan Ngasem, Kedung Lantung di Kecamatan Sugihwaras, serta Fosil Gigi Hiu di Kecamatan Temayang.
Menurut Wahono, pengembangan Geopark ini bukan sekadar upaya pelestarian batuan, melainkan pembangunan narasi tentang hubungan harmonis antara alam dan manusia.
Terlebih lagi, Bojonegoro memiliki peran vital dengan menyumbang sekitar 25 hingga 30 persen kebutuhan minyak nasional.
Kekuatan utama untuk mendapatkan pengakuan dunia terletak pada cerita di balik kekayaan alam tersebut, terutama bagaimana potensi geologi mampu memberikan manfaat nyata di sektor ekonomi dan edukasi bagi masyarakat setempat.
Senada dengan hal tersebut, Vice President Global Geoparks Network (GGN) Association, Prof. Emeritus Dato’ Dr. Ibrahim Komoo, mengakui adanya peningkatan signifikan sejak kunjungan pertamanya pada 2017.
Ia menilai Bojonegoro kini jauh lebih siap untuk menyandang status UNESCO Global Geopark dibandingkan saat masih berstatus Aspiring National Geopark.
Dato’ Ibrahim menyoroti Wonocolo sebagai ikon unik yang tidak ditemukan di belahan dunia lain karena memperlihatkan hubungan erat antara sumber minyak bumi dengan aktivitas pertambangan tradisional yang dilakukan langsung oleh masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa untuk meraih predikat UGGp, diperlukan persiapan matang dan upaya sungguh-sungguh guna memastikan seluruh kriteria penilaian terpenuhi dalam kurun waktu lima bulan ke depan.( wa/ar)



