Cakrawalanews.co, -Prajurit Marinir TNI Angkatan Laut dikerahkan secara intensif untuk mengevakuasi korban dan puing pesawat ATR 42-500 yang jatuh di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Keterlibatan personel ini merupakan bagian dari upaya terpadu Tim SAR Gabungan dalam menangani kecelakaan udara tersebut.
Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir (Kadispen Kormar), Kolonel Marinir Nana Karyana, mengonfirmasi bahwa personel yang diterjunkan berasal dari Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) VI.
Tim tersebut telah bergerak menuju lokasi kejadian sejak Senin (19/1) dengan menyusuri hutan rimba dan mendaki jalur pegunungan yang terjal.
Dalam proses pencarian, para prajurit harus menghadapi tantangan cuaca ekstrem berupa hujan deras dan kabut tebal yang membatasi jarak pandang.
Meski demikian, berbekal kemampuan navigasi medan dan perlengkapan SAR yang memadai, tim berhasil mencapai titik koordinat dan menemukan beberapa puing badan pesawat di lereng gunung.
Saat ini, fokus utama prajurit Marinir adalah mencari dan mengevakuasi para korban. Kolonel Nana menegaskan bahwa proses pencarian masih berlangsung hingga kini dengan mengedepankan kolaborasi erat bersama Polri, pemerintah daerah, serta Basarnas guna memastikan proses evakuasi berjalan maksimal di tengah kondisi alam yang sulit.( wa/at)



